Wakil Menlu Iran Bertolak ke Negara-Negara Arab Teluk Persia
Senin, 7 Juli 2014 15:34 WIB
Teheran, (Antara/IRNA/Reuters) - Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian, Ahad malam meninggalkan Teheran untuk kunjungan ke tiga negara Arab Teluk Persia.
Amir Abdollahian akan mengunjungi Kuwait, Oman dan Uni Emirat Arab dalam turnya ke negara-negara pantai Teluk Persia itu.
Konsultasi-konsultasi tentang perkembangan regional, termasuk Irak dan Suriah, akan menjadi agenda tertinggi perundingan-perundingan Amir Abdollahian dengan para pejabat Kuwait, Oman dan UEA.
Diplomat tinggi Iran baru-baru ini telah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Rusia di Moskow, mengenai perkembangan terbaru di Irak, Suriah dan Bahrain.
Sejauh ini Teheran belum menerima permohonan apapun dari Irak untuk memasoknya dengan senjata, tetapi akan membantunya jika diminta, kata seorang pejabat Iran, Selasa.
Hossein Amir-Abdollahian, negeri dalam kunjungan ke Moskow mengatakan bahwa Tehran tidak punya rencana mengirim pasukan ke Irak untuk mendukung pasukan pemerintah yang berperang melawan gerilyawan Sunni.
"Kami tidak memiliki pasukan atau angkatan bersenjata di bumi Irak sekarang," katanya dalam satu jumpa wartawan melalui seorang penerjemah."Kami tidak punya rencana mengirim pasukan ke Irak."
"Irak tidak mengirim permohonan untuk memperoleh senjata dari kami. Tetapi jika diperlukan maka dalam kerangka hukum internasional dan peraturan perjanjian-perjanjian bilateral senjata-senjata yang diperlukan Irak untuk melakukan perang yang efektif terhadap teroris akan diberikan," katanya.
Kendati pun Amerika Serikat dan Iran sama-sama menentang serangan gerilyawan Sunni, Amir-Abdollahian menuduh Washington berada di belakang kejadian-kejadian di Irak belakangan ini.
"Apa yang terjadi di Irak baru-baru ini jelas satu akibat campur tangan asing, satu rencana oleh Amerika Serikat. Amerika ingin menciptakan Ukraina kedua di Irak," katanya mengacu pada konflik berminggu-minggu antara pasukan pemerintah dan para petempur separatis pro-Rusia di Ukraina timur.
"Kami menentang keras perpecahan Irak," tambahnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo dijadwalkan gelar pertemuan bilateral di sela KTT G20
17 November 2024 13:26 WIB, 2024
Retno Marsudi resmi bertugas jadi utusan khusus Sekjen PBB untuk air
01 November 2024 9:49 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018