Filipina Siaga Keamanan Setelah Ancaman Teror
Minggu, 29 Juni 2014 13:40 WIB
Manila, (Antara/AFP) - Filipina meningkatkan keamanan di instalasi-instalasi penting dan seluruh tempat umum di daerah-daerah selatan negara itu setelah satu ancaman teror.
Polisi nasional mengatakan mereka menerima informasi yang layak dipercaya mengenai satu "kemungkinan ancaman teroris" di pulau Mindanao,Filipina selatan,khususnya di Davao,kota terbesar ketiga negara itu dengan penduduk lebih dari dua juta jiwa.
Semua personil polisi disiagakan "untuk meningkatkan operasi-operasi keamanan terhadap kemungkinan penyusupan para tersangka anggota dari kelompok yang mengancam itu", kata kepolisian nasional dalam satu pernyataan.
Pernyataan itu tidak menyebut bentuk kemungkinan serangan itu, atau identitas kelompok-kelompok, kendatipun daerah-daerah Mindanao sering diganggu oleh gerilyawan Muslim yang punya hubungan dengan Al Qaida serta gerilyawan komunis yang telah melakukan pemberontakan puluhan tahun.
Polisi mengatakan pasukan keamanan akan memberlakukan pos-pos pemeriksaan dan patroli-patroli dan juga pemeriksaan pada terminal-terminal angkutan, pusat-pusat bisnis dan instalsi-instalasi penting.
Siaga ancaman itu diberlakukan saat warga minoritas Muslim di negara yang berpenduduk mayoritas Katolik itu mulai melaksanakan ibadah puasa.
Tindakan itu juga dilakukan dua minggu setelah polisi menangkap Khair Mundos, salah seorang gerilywaan Muslim paling dicari dari kelompok Abu Sayyaf yang masuk dalam daftar teror pemerintah AS.
Mundos adalah seorang pemimpin penting dan pencari dana bagi Abu Sayyaf, yang dituduh melancarkan serangan-serangan teroris terburuk di negara itu termasuk serangan bom tahun 2004 di satu kapal feri di Teluk Manila yang menewaskan lebih dari 100 orang.
Militer Filipina mengatakan pihaknya juga sedang mengejar Abdel Basit Usman, yang juga masuk dalam daftar teror AS itu.
Usman sebelumya dilaporkan tewas dalam serangan-serangan psawat AS tanpa awak di Pakistan , tetapi bukti baru muncul bahwa ia hidup dan bersembunyi dikalangan masyarakat garis keras di Mindanao.
Filipina dan AS menuduh Usman punya hubungan dengan Abu Sayyaf dan Jemaah Islamiyah, yang diakui oleh masyarakat intelijen internasional sebagai cabang Al Qaida di Asia Tenggara. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi curah hujan tinggi, Fadly Amran perintahkan semua jajaran siaga
02 January 2026 15:22 WIB
Tim akademisi Fakultas Kedokteran UPN-Bukittinggi laksanakan siaga mobile dan instalasi air bersih untuk warga terdampak bencana di Tanah Datar
22 December 2025 12:04 WIB
PLN UID Sumatera Barat Gelar Apel Siaga, Tegaskan Kesiapan Hadapi Nataru 2025/2026
16 December 2025 11:33 WIB
Gubernur Mahyeldi tekankan Posko Terpadu harus siaga 24 jam untuk data resmi bencana
07 December 2025 20:59 WIB
PLN Sumatera Barat kerahkan ratusan personel perkuat siaga kelistrikan akibat cuaca ekstrem
27 November 2025 15:12 WIB
Hujan dan angin kencang landa Padang Panjang, Wako imbau masyarakat waspada dan siaga
24 November 2025 12:42 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018