Hidayat Minta Kasus Pemecatan Kader Golkar Diselesaikan
Jumat, 27 Juni 2014 19:32 WIB
Jakarta, (Atara) - Tokoh senior Partai Golkar MS Hidayat meminta kasus pemecatan terhadap tiga kader muda Golkar segera diselesaikan karena jika kasus ini terus berlarut-larut akan merugikan citra partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Cari jalan tengah, demi kebaikan semua, selesaikan segera," kata Hidayat yang juga Menteri Perindustrian itu di Jakarta, Jumat, ketika ditanya kasus pemecatan atas Poempida Hidayatullah, Agus Gumiwang dan Nusron Wahid dari keanggotaan Partai Golkar karena ketiganya mendukung Jokowi-JK.
Menurut MS Hidayat pemecatan dari keanggotaan suatu partai politik merupakan hukuman paling berat. Apalagi dengan pemecatan tersebut ketiga kader terpilih pada Pemilu Legislatif itu terancam tidak bisa dilantik menjadi wakil rakyat di DPR.
"Mekanisme partai bisa menyelesaikan kasus ini secara internal, entah melalui Mahkamah Partai atau Munas," katanya.
Jalan tengah yang dimaksud Hidayat adalah kepada ketiga kader Golkar itu diberi kesempatan untuk membela diri dan DPP Golkar memberikan penjelasan yang gamblang mengenai kriteria dari kesalahan yang disebut sebagai pembangkangan tersebut.
"Kalau alasannya mendukung Jokowi-JK, bukan hanya tiga orang itu saja kader Golkar yang dukung. Jangan sampai timbul tafsiran diskriminatif dan tidak obyektif," katanya.
"Memberikan hukuman adalah haknya DPP dan tidak bisa ditarik kembali menyangkut kewibawaan partai, tapi mereka yang dipecat itu diberi kesempatan pada forum resmi partai untuk menjelaskan dan membela diri," katanya.
Di satu sisi, lanjut Hidayat, pemecatan itu menunjukkan ketegasan sikap DPP Golkar terhadap kadernya yang dianggap melakukan pelanggaran. Tetapi, di sisi lain, supaya tidak menimbulkan keraguan terhadap standar ganda atau sikap yang diskriminatif, maka perlu ada penjelasan resmi dan tuntas dari DPP Golkar.
Kalau DPP Golkar tidak memberikan penjelasan, Hidayat khawatir kontroversinya akan semakin tajam sehingga terjadi kesimpangsiuran. Ia berharap agar kasus pemecatan ini segera diberi penjelasan oleh DPP Golkar. Apalagi dalam suasana Pilpres sekarang, perlu konsolidasi seluruh kekuatan partai.
Sebelumnya, Agus Gumiwang menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari partainya. Kendati sudah menerima surat pemecatan karena mendukung Jokowi-JK, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari jalan keluar agar tetap di partai beringin.
"Hati saya di DPP Golkar," katanya kepada kepada wartawan.
Agus mengaku enggan pindah ke partai lain. Sebab, partai tersebut telah membuat dirinya seperti ini. "Saya tidak berpikiran untuk keluar. Karena partai ini hidup saya," tuturnya. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018