Polisi Irak: Gerilyawan Bebaskan 48 Sandera yang Ditahan di Tikrit
Jumat, 20 Juni 2014 6:28 WIB
Kirkuk, Irak, (Antara/AFP) - Para gerilyawan yang menguasai wilayah luas utara Baghdad dalam serangan kilat Kamis membebaskan 48 orang asing, termasuk empat Turki, yang ditahan selama beberapa hari, kata polisi Irak.
Para pekerja konstruksi, yang membantu membangun rumah sakit di kota Tikrit yang kini dikuasai pemberontak, berasal dari Turki, Nepal, Bangladesh, Turkmenistan dan Azerbaijan.
"Para pekerja itu ... diculik di dekat pegunungan Hamreen empat hari yang lalu, dan diserahkan dekat satu pos pemeriksaan antara Tikrit dan Kirkuk," kata Mayor Jenderal Torhan Abdulrahman, wakil kepala polisi provinsi Kirkuk.
"Kami membawa mereka ke Kirkuk, dan mereka akan kembali ke negara mereka segera."
Para gerilyawan Sunni telah menahan puluhan orang asing, termasuk 40 orang India dan lebih dari 40 orang Turki, sejak meluncurkan serangan kilat pekan lalu dan merebut wilayah di empat provinsi di Irak.
Pasukan keamanan pemerintah tampil buruk saat menghadapi ofensif awal gerilyawan, dalam beberapa kasus orang-orang berseragam bahkan melarikan diri.
Mereka tampaknya setidaknya agak pulih dari guncangan
serangan, mendapatkan kembali tanah di beberapa daerah, namun kelompok gerilyawan masih berhasil maju ke tempat-tempat lain.
India Kamis mengatakan pihaknya telah mengetahui lokasi penculikan 40 warganya yang menjadi pekerja bangunan dan diculik di wilayah kekerasan Irak setelah beberapa keluarga mereka sempat bercakap-cakap dengan para penculik.
Kelompok bersenjata telah menculik para pekerja itu Senin, dari tempat mereka bekerja di kota Mosul, tetapi sejauh ini belum ada permintaan tebusan, kata Masyarakat Bulan Sabit Merah Irak kepada AFP.
Warga India itu ditawan bersama tawanan asing lainnya dan "segala upaya akan dilakukan" untuk memastikan pembebasan mereka, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Syed Akbaruddin.
"Kami sudah mendapat pemberitahuan dari Kementerian Luar Negeri Irak bahwa mereka sudah melacak tempat warga India ditawan," kata Akbaruddin dalam keterangan di New Delhi.
Kementerian Rabu mengatakan bahwa para pekerja India telah diculik dari Mosul, tempat kelompok Suni melancarkan kekacauan mematikan.
Namun kementerian mengatakan tidak mengetahui siapa yang menculik para pekerja dan juga dimana mereka berada.
Sebanyak 49 warga Turki termasuk diplomat, perempuan dan anak-anak juga diculik dari Konsulat Turki di Mosul pekan lalu.
Penemuan tempat para pekerja itu ditahan, yang belum diungkapkan, terjadi beberapa saat setelah para keluarga berbicara melalui telepon dengan keluarga mereka yang ditawan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Taklukan Korea Selatan 5-0, Timnas Futsal Indonesia pimpin Klasemen Grup A Piala Asia 2026
28 January 2026 10:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018