Korsel Rombak Kabinet Setelah Tragedi Kapal Feri
Jumat, 13 Juni 2014 14:38 WIB
Seoul, (Antara/AFP) - Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Jumat, merombak kabinetnya, dengan mengganti tujuh menteri saat menanggapi kritikan keras mengenai cara pemerintah menangani musibah kapal feri April lalu.
Itu adalah perombakan kabinet pertama yang dilakukan Park sejak berkuasa Februari tahun lalu sebagai wanita pertama yang menjadi presiden Korsel.
Perubahan paling penting adalah Choi Kyoung-Hwan, anggota parlemen dari partai pemerintah menggantikan Hyun Oh-Seok sebagai menteri keuangan yang mengurus ekonomi,kata kantor krpresidenan Gedung Biru.
Park juga mengangkat enam menteri baru yang bertanggung jawab bagi keamanan,pendidikan, perburuhan, kebudayaan, kesetaraan gender dan sains.
Chong Jong-Sip, profesor hukum Universitas Nasional Seoul diangkat menjadi menteri keamanan dan pemerintahan publik, yang akan memimpin dalam melaksanakan reformasi-reformasi setelah bencara kapal Sewol, yang menewaskan hampir 300 orang, sebagian besar pelajar.
Tragedi itu menimbulkan gelombang kemarahan publik yang tidak terkendali menuduh pemerintah tidak mampu, korupsi dan rakus yang membantu menyebabkan terjadinya bencana itu.
Pemerintah Park dikritik keras atas tanggapannya, yang memicu dia merombak penjaga pantai dan memerintahkan pemeriksaan besar-besaran standar-standar keselamatan nasional dan prosedur.
Awal pekan ini, Park mengangkat perdana menteri baru untuk menggantikan Chung Hong-Wim yang mengundurkan diri gara-gara tragedi Sewol itu.
Presiden juga mengangkat direktur baru badan intelijen domestik, Badan Intelijen Nasional. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah rombak total kebijakan minyak goreng sawit curah jadi berbasis industri
22 March 2022 12:05 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018