Kiev, (Antara/AFP) - Rusia menawarkan Ukraina "diskon" sebesar 100 dolar AS per seribu meter kubik gas, tetapi Kiev menolak tawaran tersebut dan menginginkan perubahan resmi ke tingkat yang ditetapkan dalam kontrak kedua belah pihak, kata Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk Rabu. "Kami tahu permainan Rusia ini: diskon diatur oleh keputusan pemerintah Rusia dan ditarik kembali oleh keputusan pemerintah Rusia. Posisi kami masih sama, kami ingin perubahan kontrak," kata Yatsenyuk. "Semua perangkap dan tipuan yang sekali lagi dilakukan Rusia tidak bisa diterima," katanya dalam pertemuan pemerintah. "Mari kita menandatangani perjanjian untuk menghindari keharusan membawa kasus ini ke pengadilan," katanya. Tanggapan Yatsenyuk datang segera sebelum kedua belah pihak memulai babak baru pembicaraan yang dimediasi Uni Eropa di Brussels guna mencegah pemotongan gas Rusia atas tagihan yang belum dibayar. Ukraina telah menimbun utang sekitar 4,5 miliar dolar AS, menurut Moscow, tetapi mereka tidak mau membayar tagihan itu hingga Rusia mengurangi aturan harga dalam kontrak sengketa yang ditandatangani kedua pihak pada 2009. Moscow tahun lalu memberikan potongan harga untuk Kiev atas keputusannya utnuk menolak pakta perdagangan utama Uni Eropa, dengan penurunan harga dari 485,5 dolar AS menjadi 268,5 dolar AS per 1.000 meter kubik gas. Namun, pihak Rusia memasukan kembali harga yang lebih tinggi untuk pemerintah pro-Barat yang baru yang meningkatkan kekuasaan setelah penggulingan tim yang didukung Rusia, Februari lalu. Raksasa energi Rusia, Gazprom, pada Rabu memundurkan tenggat waktu potongan harga gas hingga 16 Juni untuk memberi waktu bagi dua negara mencapai kesepakatan. (*/jno)