Pasukan Afghanistan Tahan Komandan Penting Taliban
Rabu, 11 Juni 2014 6:25 WIB
Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Dalam proses fanatisme dan kontra-fanatisme, pasukan pemerintah menyerbu dan menangkap seorang komandan penting Taliban di bekas kubu faksi santri itu di Provinsi Kandahar, Afghanistan Selatan, Selasa.
Sementara itu, gerilyawan menculik hampir tiga lusin profesor Kandahar University, demikian konfirmasi beberapa pejabat.
Personel Direktorat Nasional bagi Keamanan (NDS) atau dinas intelijen di negeri tersebut menangkap seorang komandan penting Taliban Atta Mohammad, yang dijuluki Hajji Tafsir, di Kabupaten Maiwand, Provinsi Kandahar, pada Selasa, demikian isi pernyataan dari pemerintah provinsi.
"Personel NDS, yang bertindak berdasarkan laporan intelijen, menangkap komandan penting Taliban Atta Mohammad, yang dijuluki Hajji Tafsir, dari Kabupaten Maiwand pada Selasa," kata pernyataan itu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.
Saat menggambarkan penangkapan tersebut sebagai pukulan keras terhadap gerilyawan Taliban, pernyataan itu mengatakan Hajji Tafsir telah diberi tugas oleh pimpinan Taliban untuk mengganggu proses pemilihan presiden --yang ditetapkan pada 14 Juni.
Gerilyawan Taliban, yang telah berikrar untuk menggelincirkan pemilihan umum, belum berkomentar.
Namun, dalam perkembangan yang berkaitan, beberapa pria tak dikenal yang bersenjata menculik hampir tiga lusin profesor Kandahar University yang dalam perjalanan menuju Ibu Kota Afghanistan, Kabul, kata seorang pejabat lokal.
"Antara 30 dan 35 profesor Kandahar University akan pergi ke Kabul pada Selasa pagi, ketika gerilyawan anti-pemerintah yang bersenjata di Provinsi Ghazni, yang bertetangga, melepaskan tembakan ke arah bus mereka dan setelah melukai seorang profesor membawa yang lain ke tempat yang tak diketahui," kata Juru Bicara Pemerintah Povinsi Dawa Khan Minawal kepada Xinhua. Ia juga mengatakan dosen yang cedera itu telah dibawa ke rumah sakit di Ghazni.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Shafiq Nang dalam percakapan dengan Xinhua mengkonfirmasi peristiwa tersebut.
"Satu kelompok pria tak dikenal yang bersenjata menghentikan satu bus yang membawa pengajar universitas yang sedang dalam perjalanan dari Provinsi Kandahar, Afghanistan Selatan, ke Ibu Kota Nasional, Kabul. Mereka membakar bus itu dan membawa semua profesir tersebut, yang berjumlah sebanyak 35 ke tempat yang tak diketahui hari ini," katanya.
Ia mengatakan peristiwa itu terjadi di sepanjang jalan raya Kandahar-Kabul di Daerah Mullanaw Baba di Kabupaten Qara Bagh di Ibu Kota Provinsi tersebut, Ghazni, Afghanistan Baratdaya.
Walaupun beberapa pejabat menuding Taliban atas penculikan itu, faksi bersenjata tersebut belum mengeluarkan pernyataan mengenai peristiwa itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga Afghanistan minta Pangeran Harry diadili usai pengakuan bunuh 25 orang Afghanistan
17 January 2023 6:23 WIB, 2023
Pertemuan OKI hasilkan resolusi tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan
20 December 2021 12:52 WIB, 2021
Tidak fokus, kegagalan Indonesia untuk ciptakan gol saat lawan Afghanistan
17 November 2021 7:29 WIB, 2021
Ratusan atlet Afghanistan dievakuasi, FIFA dorong internasional jadi rumah baru bagi mereka
27 October 2021 6:17 WIB, 2021
Uni Eropa nilai perilaku pemerintah Taliban tak menggembirakan, ekonomi Afghanistan terancam runtuh
04 October 2021 8:01 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018