
Tentara Prancis Bentrok dengan Orang Bersenjata

Bangui, Centrafrique, (Antara/AFP) - Pasukan pemjaga perdamaian Prancis dikerahkan ke Republik Afrika Tengah yang bergolak di ibu kota Bangui setelah diserang orang-orang bersenjata tak dikenal, kata sumber-sumber kepada AFP Jumat. Para tentara sedang berpatroli di kabupaten utama Muslim PKS ketika mereka ditembak oleh orang-orang bersenjata tak dikenal Kamis malam, memicu balasan, kata seorang pejabat di pasukan penjaga perdamaian Afrika MISCA. Tembak-menembak berlangsung selama lebih dari tiga jam. "Jumlah korban yang tepat akibat penembakan tidak diketahui," tambah pejabat itu. Warga di kabupaten tetangga mengatakan mereka mendengar tembakan senjata berat selama beberapa jam saat helikopter terbang di rendah. Satu sumber yang dekat dengan pasukan Prancis mengkonfirmasi insiden itu melalui telepon, namun tidak memberikan jumlah korban. Namun, Juru bicara komunitas Muslim di PK5, Abakar Moustapha,mengatakan lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka. "Tentara Prancis mencari rumah yang diduga sebagai gudang senjata distrik Kamerun (dari PK5) ketika mereka diserang oleh pemuda yang marah karena orang Senegal pemilik rumah tersebut tidak berada di Bangui," kataku. Seorang juru bicara Palang Merah Afrika Tengah mengatakan, tiga orang dengan luka tembak dibawa ke rumah sakit PK5 Kamis malam. Republik Afrika Tengah, salah satu negara termiskin di dunia,tercebur ke dala krisis setelah kudeta oleh pemberontak Saleka yang sebagian besar gerilyawan Muslim Seleka pada Maret tan lalu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
