Logo Header Antaranews Sumbar

Tentara Prancis Tewaskan 40 Gerilyawan dalam Operasi di Mali

Kamis, 20 Maret 2014 19:19 WIB
Image Print

Paris, (Antara/AFP) - Tentara Prancis menewaskan sekitar 40 gerilyawan, termasuk beberapa komandan penting, di Mali dalam beberapa pekan belakangan, kata Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian pada Kamis. "Kami melakukan operasi beberapa pekan belakangan," kata Le Drian, dengan menambahkan bahwa "sekitar 40" pejuang tewas, termasuk Ould Hamaha, pemimpin bersejarah AQIM atau Al-Qaeda di Islam Barat. Omar Ould Hamaha, yang dikenal sebagai "si Janggut Merah", adalah seorang komandan Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO) dan AQIM, kelompok-kelompok bersenjata yang menduduki Mali utara selama hampir sepuluh bulan pada tahun 2012. Hamaha, dijuluki "si Janggut Merag" karena ia secara teratur mewarnai rambut di wajahnya dengan pacar, yang terlibat dalam penculikan April 2012 atas diplomat Aljazair di Gao, kota utara terbesar Mali, yang diklaim oleh MUJAO. Mali dilemparkan ke dalam kekacauan pada tahun 2012 ketika pemberontak separatis Tuareg meluncurkan serangan di gurun utara dibantu oleh AQIM dan MUJAO, setelah presiden negara itu digulingkan dalam kudeta. Para Islamis mengambil alih Mali utara, yang berkuasa di bawah versi hukum syariah secara keras sampai mantan penguasa kolonial Prancis mengirimkan pasukan untuk mengusir mereka keluar pada Januari 2013. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026