
Kepala BKPM: Investasi Indonesia Semakin Padat Modal

Jakarta, (Antara) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar menyatakan investasi yang direalisasikan di Indonesia semakin bersifat padat modal dibandingkan investasi pada periode-periode sebelumnya. "Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada triwulan I 2014 mencapai 260.156 orang yang terdiri atas proyek PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebanyak 67.697 orang dan proyek PMA (Penanaman Modal Asing) sebanyak 192.459 orang," kata Mahendra Siregar di Jakarta, Kamis. Menurut Mahendra, jumlah penyerapan tenaga kerja itu turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013, namun jumlah investasi pada triwulan I 2014 terjadi peningkatan. Ia memaparkan, realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan I 2014 adalah sebesar Rp106,6 triliun atau terjadi peningkatan sebesar 14,6 persen bila dibanding capaian periode yang sama tahun 2013 (Rp93 triliun). Sedangkan jumlah tenaga kerja yang terserap pada periode triwulan I 2013 dilaporkan mencapai 361.924 orang yang terdiri atas 148.521 orang dari PMDN dan 213.403 orang dari PMA. Kepala BKPM memaparkan, hal ini berarti rasio antara modal dan tenaga kerja menjadi lebih besar, sehingga menandakan tingkat produktivitas tenaga kerja untuk investasi meningkat. "Berarti investasi saat ini lebih bersifat padat modal," ucapnya. Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencatat pertumbuhan ekonomi yang dinilai paling stabil dalam beberapa tahun terakhir, meskipun berada di pusaran krisis global. Sebagaimana dikutip dari buku "Satu Dasawarsa Membangun Untuk Kesejahteraan Rakyat", pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 berkisar pada angka yang tidak terlalu jauh dari enam persen, setelah pada 2012 menjadi peringkat kedua dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia dengan pertumbuhan 6,23 persen. Pada 2010 hingga 2012, menurut buku yang diterbitkan Sekretariat Kabinet itu, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata di atas enam persen. Pada 2012, dengan pertumbuhan 6,23 persen, Indonesia berada di peringkat dua di dunia setelah Tiongkok yang tumbuh 7,7 persen. Sebelumnya, Kepala BKPM Mahendra Siregar mengatakan perkembangan investasi dalam negeri saat ini sangat pesat dan mampu bersaing dengan investasi yang berasal dari swasta asing. "Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dibanding Penanaman Modal Asing (PMA) lima tahun lalu posisinya 1:6. Memasuki tahun 2013 investasi PMDN sudah mencapai setengah dari PMA. Ini perkembangan yang luar biasa," kata Mahendra, saat ditemui pada pameran perdagangan internasional dan investasi di Jakarta, Senin (14/4). Mahendra menjelaskan peningkatan PMDN terjadi karena adanya peran pemerintah kabupaten atau kota dalam mempermudah sistem birokrasi serta memperbaiki iklim investasi. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
