
Menkeu Menilai Mahendra Siregar Cocok Jadi Kepala BKPM

Jakarta, (Antara) - Menteri Keuangan Chatib Basri menilai Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar cocok menempati posisi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) karena mempunyai kapasitas untuk jabatan tersebut. "Soal penunjukan Pak Mahendra sebagai Kepala BKPM yang baru, kita tunggu saja pengumuman Presiden seperti apa. Namun, kalau Pak Mahendra nanti ditunjuk sebagai Kepala BKPM, itu karena dia memang orang yang cocok," kata Chatib ditemui usai rapat kerja Badan Anggaran DPR di Jakarta, Senin. Chatib mengatakan ada beberapa alasan yang membuat Mahendra layak menjabat sebagai Kepala BKPM, salah satunya karena Wakil Menteri Keuangan itu mempunyai jaringan yang luas. "Mahendra itu punya 'network' (jaringan) yang baik dengan pihak swasta karena dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama LPEI atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia," ujarnya. Selain itu, kata Chatib, Mahendra juga mempunyai "network" internasional yang sangat baik karena pernah menjadi sherpa (perwakilan pemerintah) untuk forum ekonomi internasional G20. "Tidak hanya itu, saya rasa dia orang yang cocok menjadi Kepala BKPM karena dia mengerti tentang birokrasi sebab dia pernah menjadi Wakil Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Keuangan dan Deputi Menko Perekonomian," tuturnya. Oleh karena itu, Chatib mengatakan dirinya tidak melihat adanya alasan untuk tidak optimistis bahwa Mahendra adalah orang yang layak menjadi Kepala BKPM. "Soal pengganti posisi Wamenkeu, bisa diatur kalau memang nanti diumumkan oleh Presiden bahwa Mahendra yang ditunjuk," katanya. Sebelumnya, Menkeu mengatakan peran Kepala BKPM yang baru akan menjadi semakin penting dalam meningkatkan masuknya investasi asing di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat. "Menurut saya, pekerjaan BKPM nantinya akan semakin penting karena defisit transaksi berjalan masih terus terjadi hingga akhir tahun. Jadi, peran dari kepala BKPM menjadi sangat penting," ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pun pernah mengutarakan tiga harapan untuk kepala BKPM yang baru, salah satunya kepala BKPM baru diharapkan mampu menarik investasi baru, baik dari investor domestik maupunn asing. "Hal ini hanya bisa dilakukan apabila kepala BKPM yang baru memahami potensi-potensi investasi yang bisa ditawarkan di Indonesia," tuturnya. Hal kedua, kata dia, Kepala BKPM harus dapat mengembangkan jaringan dan terus mempromosikan potensi investasi di Indonesia. Hatta juga mengatakan seorang kepala BKPM juga harus cerdik dalam menilai investasi sehingga bisa membedakan antara investasi yang dapat mensubstitusi impor dan investasi yang meningkatkan impor. "Seorang Kepala BKPM harus memiliki kemampuan itu. Kalau investasi hanya dikembangkan terus-menerus, membuat ketergantungan impor tinggi, tentu tidak baik. Jadi yang disebut `intermediate goods` itu menjadi perhatian penting," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
