Logo Header Antaranews Sumbar

Jalur Padang-Bukittinggi Macet Akibat Longsor

Selasa, 15 April 2014 21:03 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang menyatakan kemacetan terjadi di jalur penghubung Kota Padang menuju Kota Bukitinggi, tepatnya di kawasan Silaing. Kepala BPBD Padang Panjang, Yulfahmi, saat dihubungi dari Kota Padang, Selasa, mengatakan longsor terjadi pada Selasa Sore, sekitar pukul 18.00 WIB, dan mengganggu akses jalan penghubung untama lintas Padang-Bukittinggi. "Longsor terjadi di dua titik kawasan Silaing, yakni diatas pendakian Silaing Kering, dengan luas area longsor mencapai 2 x 3 meter, dan berada di kawasan mega mendung, dengan luas area longsor sekitar 6 x 3 meter," katanya. Ia menjelaskan akibat longsor dijalan lintas utama tersebut, kendaraan dari arah Padang Panjang menuju Padang harus memutar kendaraannya dan mencari jalan alternatif, sedangkan untuk kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi mengalami macet total hingga Selasa malam. Ia menjelaskan untuk kelancaran arus dikawasan longsor tersebut, personil telah diturunkan, demikian juga bantuan dari pihak Kepolisian untuk mengatur lalulintas. Titik longsor tersebut berjarak sekitar 70 kilometer dari Padang atau sekitar dua jam perjalanan, dimana lokasi tersebut masuk dalam peta rawan bencana alam, seperti tanah longsor, dan setiap kali hujan dengan intensitas lama atau deras, kemungkinan terjadinya longsor tersebut semakin tinggi. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kondisi cuaca di Provinsi Sumbar pada umumnya memang diguyur hujan, dan di daerah yang mengalami longsor tersebut BMKG memprediksi terjadi hujan ringan, dengan suhu 19 hingga 29 derajat celcius, lelembaban berkisar 70 hingga 97 persen, dengan kecepatan angin 10 kilometer per jam. Kondisi jalan lintas yang dikelilingi perbukitan tersebut, memang telah menjadi langganan tanah longsor, dimana terakhir pada Desember 2013, kejadian yang sama juga terjadi dan mengakibatkan kemacetan panjang di lokasi tersebut. (*/eko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026