
Polisi Peru Tahan 23 Orang Terkait Bentrokan Tambang

Lima, (Antara/AFP) - Polisi bentrok dengan penambang liar di Ibu kota Peru, Rabu, menyemprot mereka dengan gas air mata dan menangkap 23 orang setelah para demonstran yang menginginkan rencana penambangan pemerintah melempari batu. Peru, di mana pertambangan tumbuh menjadi industri terbesar, diperkirakan memiliki 70.000 penambang tak resmi atau liar. Mereka bekerja tanpa perusahaan dan, dengan ember dan tangan, mencoba peruntungan untuk mereka sendiri. Pemerintah Presiden Ollanta Humala sekarang ingin mengakhiri pertambangan "informal" itu, praktik yang telah berlangsung sejak lama. Para penambang tanpa pelatihan dipersalahkan terhadap meluasnya penggunaan bahan kimia beracun yang mencemari sungai-sungai di mana penduduk bergantung untuk air minum. Sementara pemerintah telah memutus penawaran yang berusaha meningkatkan pelatihan dan membantu para penambang untuk mendapatkan pekerjaan, yang tidak dilakukan seperti pada pekerja-pekerja di daerah Puno dan Madre de Dios. Sehubungan dengan itu, para demonstran berbaris ke Kongres di Lima. Namun polisi memblokir para penambang itu - yang berkumpul di dekat Istana Negara - dari target mereka, dan menangkap 20 pria dan tiga perempuan di antara mereka. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
