
Polisi Peru Gunakan Meriam Air dan Gas Airmata Terhadap Pemrotes

Lima, (Antara/AFP) - Polisi di Peru menggunakan meriam air dan gas air mata untuk mengusir para demonstran yang berbaris ke Kongres pada Kamis. Para mahasiswa berada di jalan-jalan dekat Istana Legislatif diibu kota, Lima, ketika mereka berbalik. Dalam beberapa jam terakhir, para mahasiswa telah membuat kerusuhan di beberapa jalan. Beberapa pengunjuk rasa juga ditahan setelah terlibat bentrokan kekerasan dengan polisi, kata pemimpin mahasiswa kepada wartawan. Para mahasiswa memprotes undang-undang yang diusulkan yang mereka percayai akan berbahaya dan akan memotong otonomi universitas, kata mereka. Menurut mahasiswa, undang-undang baru akan mempengaruhi mereka yang meninggalkan kuliah mereka untuk penelitian selama lebih dari dua tahun, karena kemudian mereka akan berakhir di luar sistem universitas. Awal pekan ini, Rektor Universitas Nasional San Marcos,Pedro Cotillo, mengatakan komunitas mahasiswa marah bahwa mereka dan para profesor belum berkonsultasi. "Kami ingin suara kami didengar, karena hukum untuk menjamin keunggulan pendidikan tinggi," kata Cotillo. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
