Logo Header Antaranews Sumbar

April, Telkom Teken Kontrak Satelit Telkom 3S

Selasa, 18 Maret 2014 17:02 WIB
Image Print
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). (Antara)

Jakarta, (Antara) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan menandatangani kontrak pembuatan satelit Telkom 3S (subtitute/pengganti) pada April 2014 seiring proses tender yang telah memasuki tahap final. "Tender pengadaan satelit Telkom 3S digelar pada akhir 2013. Saat ini sudah memasuki tahap final yang menyisakan 6-7 peserta," kata Direktur Network & Solution Telkom Rizkan Chandra, usai menjadi pembicara pada seminar bertajuk: "Berbagi Infrastruktur Kurangi Defisit Neraca", di Jakarta, Selasa. Menurut Rizkan, nilai investasi dari pembuatan hingga peluncuran satelit yang akan mengangkut 49 transponder itu sekitar Rp2 triliun. Adapun pendanaannya berasal dari pinjaman kombinasi perbankan asing dan lokal sekitar 20 hingga 30 persen, selebihnya dibiyai dari kas internal perseroan. "Pembuatan satelit sampai meluncur butuh waktu dua tahun. Jika kontrak pemenang tender ditandatangani pada April 2014, maka diperkirakan pada 2016 satelit tersebut sudah bisa diluncurkan," katanya. Jika tidak ada halangan, satelit Telkom-3S akan menggantikan satelit Telkom-3 yang gagal mencapai orbit pada peluncurannya yang dilakuka Agustus 2012. Ketika itu satelit Telkom-3 dibangun oleh ISS-Reshetnev dengan perangkat komunikasi dibuat oleh Thales Aleniaspace dengan investasi 185 juta dolar AS. Namun untuk pembuatan satelit Telkom 3S ini, Telkom tidak lagi menyertakan ISS-Reshetnev dan Thales Aleniaspace. Satelit Telkom 3S nantinya akan menempati slot orbit di 118 derajat Bujur Timur, yang dirancang untuk memenuhi meningkatnya permintaan peralatan transmisi dalam pengembangan layanan bisnis satelit Indonesia. Sementara untuk menutup kekosongan kapasitas satelit Telkom 3, Telkom menyewa beberapa transponder dari GE Sat milik Amerika Serikat, APstar dari Hong Kong, dan JCSat dari Jepang. Menurut catatan, pada akhir 2012 harga pasar untuk sewa setiap transponder ukuran standar (36 MHz) berkisar 850.000-1,2 juta dolar AS per tahun. Khusus tahun 2013, Telkom mengalokasikan dana sekitar 4 juta dolar AS untuk menyewa transponder dan mendukung bisnis satelit. Telkom sendiri sebenarnya sudah memproyeksi secara bisnis jika satelit Telkom-3 bisa mengangkasa dengan mulus, infrastruktur tersebut mampu berkontribusi sebanyak 50 juta dolar AS per tahun ke pendapatan perseroan setelah 2-3 tahun mengudara. Bisnis satelit selama ini memiliki internal rate of return (IRR/tingkat pengembalian investasi) di Telkom sekitar 14 persen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026