
RS M Djamil Rawat Sembilan Pasien HIV/AIDS

Padang, (ANTARA) - Rumah Sakit M Djamil Padang, Sumatera Barat merawat sebanyak sembilan orang pasien penderita HIV/AIDS."RS M. Djamil Padang menerima sembilan pasien penderita HIV AIDS. Enam orang di antaranya berstatus rawat jalan, mereka berobat pada Agustus dan Oktober 2012. Sedangkan di bulan yang sama, penderita yang rawat inap tiga orang," kata Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RS M Djamil Padang, Rita Prima Putri, Jumat.Ia mengatakan, dari jumlah itu tidak tertutup kemungkinan hingga akhir tahun ini masih akan ada penambahan kasus. Berdasarkan catatan di RS M Djamil, penderita HIV/AIDS yang dirujuk tersebut rata-rata berasal dari berbagai daerah di Sumbar seperti Padang, Buktittinggi dan Pariaman."Pasien HIV/AIDS yang berobat ke RS M. Djamil Padang adalah kelompok umur produktif yaitu antara usia 20-29 tahun,"jelasnya.Menurutnya, penyebab penularan HIV/AIDS yang terdata di RS M.Djamil Padang kebanyakan disebabkan penggunaan narkoba suntik.Sementara obat yang digunakan untuk pasien adalah anti-retrovirus (ARV) yang berfungsi untuk mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV menjadi AIDS. Saat ini, anti-retrovirus adalah satu-satunya obat yang dapat mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS."Rumah sakit terus menyalurkan obat-obatan tersebut kepada para pasien, obat ini untuk mengurangi angka kematian,"tuturnya.Ia mengatakan, RS M Djamil Padang mulai melakukan dan mengumpulkan para penderita HIV/AIDS sejak tahun 2003. sejak adanya penanganan kasus HIV/AIDS di RSUP M Djamil Padang, hingga November 2012 total penderita HIV/AIDS yang dirujuk mencapai 786 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 607 orang dan perempuan sebanyak 179 orang.Dari 786 yang dilayani tersebut, sebanyak 332 laki-laki dan 241 perempuan dan sebanyak 99 orang sudah pernah mendapat pengobatan ARV."Yang patuh dan rutin ambil obat rata-rata 150 orang/bulan dan yang tidak patuh dan menghentikan obat lebih kurang 72 orang," tuturnyaDan dari penderita 786 yang dilayani tercatat 110 orang telah meninggal dunia. (non)
Pewarta: Inter
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
