Logo Header Antaranews Sumbar

Kebakaran Lahan Tersebar di Konsesi Arara Abadi

Jumat, 28 Februari 2014 20:06 WIB
Image Print
Sebuah pesawat komersial yang akan berangkat di antara kabut asap yang menyelimuti Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumbar, Kamis (27/2). PT Angkasa Pura II BIM menyatakan, dua pesawat dari dua maskapai berbeda batal mendarat di bandara tersebut akibat kabut asap yang menyeba

Pekanbaru, (Antara) - Satgas Tanggap Darurat Asap Riau menyatakan kebakaran lahan banyak terdapat di konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT Arara Abadi dari Sinar Mas Grup di Kabupaten Bengkalis, Riau. "Ada asap mengepul dan kebakaran di tengah HTI milik Arara Abadi," kata Komandan Satgas Tanggap Darurat Asap Riau yang juga Komandan Korem 031/WB, Brigjen TNI Prihadi Agus di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Jumat (28/2). Ia mengatakan, dirinya akan membuka seluruh informasi perihal fakta adanya kebakaran lahan yang juga terjadi di dalam kawasan perusahaan. Informasi awal titik api merupakan hasil pemotretan dari pilot pesawat tempur Lanud Roesmin Nurjadin pada 26 Februari lalu. Dari informasi titik koordinat yang didapatkan, Prihadi melakukan pengecekan ulang menggunakan helikopter bersama BNPB dan Dinas Kehutanan Riau. "Supaya tidak terjadi fitnah, hasil pemantauan udara berupa titik api kita petakan di peta (konsesi) kemudian disimpulkan oleh dinas kehutanan itu milik siapa," katanya. Ia mengatakan, kebakaran di konsesi perusahaan berada disekitar kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang juga terbakar. Lokasi tersebut disebut Prihadi merupakan sumber dari asap yang kini menyelimuti Kota Pekanbaru. Namun, ia mengaku heran kenapa area konsesi perusahaan bisa terbakar padahal lokasinya jauh dari kanal yang dibuka oleh warga sekitar. "Kita akan segera meminta klarifikasi dari perusahaan Sinar Mas ini," katanya. Sedangkan, untuk kebakaran di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Prihadi mengatakan kuat dugaan akibat perambahan. Sebab, dari pantauan udara terlihat banyak tenda-tenda di sekitar area yang terbakar. "Ketika sudah diketahui maka akan ditindaklanjuti dengan dua upaya, yakni pemadaman dan penegakan hukum. Untuk paket penegakan hukum kita serahkan semua ke Polda Riau," katanya. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Kol. Pnb. Andyawan mengatakan penggunaan alutsista skuadron 12 "Black Panther" sangat efektif menemukan dengan pasti lokasi kebakaran lengkap dengan titik koordinatnya. Saat pesawat jet terbang ke Kabupaten Bengkalis, ada 9 titik api terlihat dimana tiga diantaranya berada di konsesi Arara Abdi, tiga titik di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, dan tiga titik di kawasan terbuka tanpa pemilik. "Sambil melakukan latihan rutin, pilot bisa memotret titik api dengan jelas dari ketinggian sekitar 800 kaki," katanya. Sementara itu, Kepala Humas PT Arara Abadi Herwansyah ketika dikonfirmasi mengatakan perusahaan memiliki 51 regu pemadam kebakaran yang didukung dua helikopter untuk bom air. Menurut dia, kebakaran di konsesi ada indikasi karena lompatan percikap api dari lahan terbakar disekitarnya. "Kebakaran ini merupakan masalah besar karena kita kewalahan. Mustahil kami membakar karena kayu adalah produksi kita dan harus dijaga," ujarnya. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026