
BIN Tegaskan Netralitasnya dalam Pemilu 2014

Jakarta, (Antara) - Badan Intelijen Negara dan seluruh jajarannya menegaskan netralitasnya dalam pelaksanaan Pemilu 2014 dan akan melaksanakan tugas secara profesional. "BIN dengan seluruh komunitas intelijen di Pemilu 2014 akan melaksanakan tugas seprofesional dan menjamin netralitas seluruh jajaran kami," kata Kepala BIN Marciano Norman usai Rapat Koordinasi dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin. Selain itu Marciano juga menjelaskan rapat koordinasi antara BIN dengan Komisi I DPR RI membahas peningkatan koordinasi intelijen antara lembaga yang dipimpinnya dengan seluruh komunitas intelijen. Hal itu menurut dia terkait Peraturan Presiden nomor 67 tahun 2013 tentang Koordinasi Intelijen Negara sebagai penjabaran Undang-Undang nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara. "Komisi I ingin meyakinkan apakah koordinasi antara BIN dengan seluruh komunitas intelijen lainnya berjalan baik seperti Intelijen Polri, BAIS (Badan Intelijen Strategis TNI), Jamintel Kejaksaan Agung, Dirjen Kesbangpol, Imigrasi, dan Bea Cukai sesuai Peraturan Presiden nomor 67 tahun 2013," ujarnya. Menurut dia, potensi ancaman dalam Pemilu 2014 tetap ada namun harus ada upaya agar masyarakat tidak terhasut mengenai berbagai pandangan yang keliru mengenai pemilu. Dia menegaskan BIN sudah siap menyukseskan pelaksanaan pemilu. "Media harus bantu bahwa tidak benar ada pemikiran itu (pemilu adalah haram). Pemilu itu adalah proses politik untuk memilih pemimpin negara yang lebih baik," katanya. BIN menurut dia mengharapkan pelaksanaan Pemilu 2014 berjalan damai, aman, jujur, adil dan bermartabat agar harapan bangsa tercapai. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
