Logo Header Antaranews Sumbar

BNN Tes Urine 1.400 Warga Payakumbuh

Senin, 24 Februari 2014 07:50 WIB
Image Print

Payakumbuh, (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) telah melaksanakan tes urine kepada 1.400 orang dari berbagai instansi di kota itu pada periode 2013 hingga 2014. "Kalangan masyarakat yang dilakukan tes antara lain dari instansi pemerintahan, pendidikan, lembaga permasyarakatan dan TNI-Polri,"kata kata Kepala BNN Payakumbuh Kompol Bambang Yudhistira, Senin. Ia mengatakan, dari jumlah orang yang dites itu BNN menemukan sejumlah orang yang terindikasi menggunakan narkoba. Namun indikasi awal itu masih perlu dikonfirmasikan kembali kepada yang bersangkutan. Sebab peralatan yang digunakan BNN saat tes masih merupakan alat tes urine sederhana. Alat tersebut mendeteksi semua bahan-bahan yang biasa digunakan untuk campuran pembuatan narkoba. "Misalnya dalam obat batuk tertentu ada yang mengandung bahan yang biasa menjadi campuran untuk membuat narkoba, pengkonsumsi obat batuk akan terdeteksi positif pengguna narkoba, padahal bukan,"katanya. Karena itu konfirmasi ulang kepada yang bersangkutan penting untuk dilakukan agar tidak terjadi kesalahan. "Proses konfirmasi ulang ini kita serahkan kepada institusi masing-masing,"kata dia. Ia mengatakan, dari sejumlah orang yang terdeteksi positif oleh BNN dalam tes urine sepanjang 2013 hingga 2014 telah disampaikan kepada instansi masing-masing untuk ditindaklanjuti. "Informasi sampai saat ini orang yamg terdeteksi itu negatif sebagai pengguna setelah dikonfirmasi oleh institusinya,"katanya. Selain melakukan tes urine, BNN Payakumbuh juga memberikan edukasi terkait bahaya narkoba kepada generasi muda terutama siswa sekolah. "Kita mendekteksi penyalahgunaan narkoba saat ini cukup banyak dilakukan oleh generasi muda usia sekolah. Karena itu kita bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Payakumbuh memberikan edukasi kepada siswa,"kata dia. Usaha yang dilakukan BNN Kota Payakumbuh tersebut disambut positif oleh Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan. Menurutnya tindak pencegahan dengan memberikan edukasi sangat penting dilakukan terhadap generasi muda, karena mereka adalah masa depan bangsa. "Jika tindakan preventif telah dilakukan namun masih ada yang terjerumus menjadi pengguna, BNN dapat mengarahkan agar mereka diobati dengan cara rehabilitasi,"kata dia. (**/mko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026