Logo Header Antaranews Sumbar

Menag: Kerukunan Bukan Hiasan Bibir

Rabu, 19 Februari 2014 12:09 WIB
Image Print

Meulaboh, (Antara) - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menegaskan kerukunan bukanlah hiasan bibir karena bagi kehidupan bangsa sangat penting dan harus dipelihara secara berkelanjutan,apalagi masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai etnis dengan segala dinamika. Kerukunan sudah diketahui banyak orang memiliki sifat dinamis, cepat berubah seketika dank arena itu harus dirawat, kata Suryadharma Ali dalam percakapan dengan Antara di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu pagi. Sebelumnya ia melepas gerak jalan kerukunan di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh dengan dihadiri ribuan santri, murid sekolah dan berbagai umat dari berbagai etnis dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dari berbagai agama di daerah itu. Ribuan warga ikut lomba gerak jalan tersebut yang diisi dengan pembagian hadiah motor, sepeda santai, kulkas, perabot dapur dan peralatan ibu rumah tangga. Ikut mendampingi Menteri Agama antara lain Direktur Pendidikan Islam Dede Rosada, staf khusus Budi Setiawan, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammad Amin, Kanwil Kemenag Aceh Sa'dan dan beberapa orang direktur di lingkungan Kementerian Agama. Pada saat bersamaan Menag juga meresmikan berdirinya grup kosidah dengan nama Kosidah Pembangunan. Disebut demikian karena pemain musik dan penyanyinya adalah anggota Darma Wanita Pembangunan. Ia menjelaskan, alasan diselenggarakan gerak jalan bukan karena di daerah itu punya masalah. Tetapi alasannya karena kerukunan itu harus dirawat ibarat pohon. Dan kerukunan yang ada jangan dijadikan sekedar hiasan bibir, tetapi dilaksanakan ke tengah masyarakat. Jika kerukunan ada, tentu ke depan untuk berbicara warna Merah Putih yang diungkap melalui bendera Indonesia sebagai simbolnya tentu tak akan ada lagi hambatan bicara persatuan dan kesatuan. Satu kesatuan Sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan juga sedang memimpin Kementerian Agama, ia melanjutkan, kerukunan dan kesatuan bangsa harus dibaca dalam satu kesatuan. Dalam percakapan pada perjalanan gerak jalan kerukunan itu, Menag Suryadharma Ali menyempatkan diri masuk ke warung kopi Varia, Meulaboh, milik warga keturunan Tionghoa. Di situ, bersama sejumlah pejabat dengan ditemani Kanwil Kemenag Aceh Ibnu Sa'dan, ia menikmati nikmatnya kopi Aceh. Sekitar 30 menit Suryadharma Ali berada di warung kopi tepi jalan yang dilalui peserta gerak jalan. Sekali-sekali ia kaget dengan warga yang nyelonong masuk dan minta foto bersamanya. Menag pun melayani permintaan warga Meulaboh dengan ramah. Kerukunan itu, lanjut Menag, adalah kunci bagi kehidupan bangsa. Supaya lebih rukun antarbudaya, antarsuku, sistem nilai yang berbeda, maka gerak jalan menyehatkan itu bisa membawa satu sama lain berkomunikasi sehingga tercipta saling kenal, semakin akrab. Melihat antusiasme warga yang ikut gerak jalan ini, Suryadharma Ali merasa yakin bahwa Provinsi Aceh akan dapat menjadi contoh kerukunan bagi bangsa Indonesia. "Tidak ada lagi sekat, semua berdampingan berjalan," ia menjelaskan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026