
Menag Minta Masukan Ulama Terkait Kerukunan Agama

Pamekasan, (Antara) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, meminta masukan tokoh ulama Pamekasan, terkait kondisi kerukunan Islam dan atarumat beragama di Madura pada tokoh ulama Pamekasan, Selasa. Dialog Menteri Agama dengan tokoh ulama Pamekasan ini digelar di di Pondok Pesantren Putri Darud Taudid, Pimp KH Ali Karrar Shinhaji di Desa Lenteng Kecamatan Proppo, Pamekasan, Selasa. "Selaku Menteri Agama saya merasa perlu hadir di Madura ini karena kita semua tahu Madura punya sejarah Islam yang sangat panjang dan Madura tempat berkembangnya agama Islam," kata Menag Lukman Hakim, dalam sambutannya. Ia menjelaskan, kehadiran dirinya ke Madura dan bertemu secara langsung dengan tokoh ulama Madura KH Ali Karrar Shinhaji itu untuk menerima masukan dan saran-saran tentang upaya menciptakan kerukunan umat Islam. Bangsa Indonesia, katanya, memegang teguh terhadap nilai-nilai Islam, sehingga nilai-nilai itu harus tetap terjaga, dan Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi terciptanya kerukunan antarumat beragama. Dalam kesempatan itu, Menteri Agama juga meminta masukan secara khusus terkait konflik bernuansa SARA di Sampang, yakni antara kelompok Islam Syiah dengan kelompok Islam Sunni. Tokoh ulama Pamekasan ini dipandang perlu memberikan masukan terkait konflik Syiah-Sunni yang terjadi Sampang, karena mengetahui secara langsung hubungan kelompok itu. KH Ali Karrar Shinhaji menyatakan, cerita Islam di Indonesia memang tidak bisa bisa dilepaskan dari Madura. Madura, kata Ketua Forum Musyawarah Ulama (FMU) Madura itu, memang mempuyai sifat khas dan tidak bisa dipengaruhi oleh kelompok keagamaan manapun, termasuk Syiah. Masalah kerukunan umat beragama di Madura, kata dia, sangat menghargai agama lain dan di Madura tidak pernah ada konflik dengan lain, seperti Kristen, Hindu dan Bhuda. "Selama ini kami hidup selalu berdampingan," kata KH Ali Karrar. Akan tetapi, kata dia, dengan komunitas Syiah, umat Islam memang tidak menerima karena terdapat perbedaan prinsip yang sangat mendasar. Selain itu, Syiah dinilai oleh KH Ali Karrar Shinhaji sebagai kelompok pemahaman keagamaan yang kurang memperhatikan dan menghargai perbedaan aliran pemahaman. Menteri Agama bersama rombongannya tiba di pondok pesantren Darut Tauhid Pamekasan sekitar pukul 11.30 WIB dengan mengendarai mobil Toyota Camry warna hitam bernomor polisi RI 33. Menteri dan rombongannya ini disambut langsung oleh pimpinan pondok pesantren Darud Tauhid, KH Ali Karrar Shinhaji. Selanjutnya pada pukul 11.45 WIB Menteri Agama RI dan pimpinan pondok pesantren itu melakukan pertemuan di musholla Pesantren Darud Tauhid berdialog dengan kerukunan umat beraga di Pamekasan dan Madura secara umum yang dihadiri sekitar 20 orang. Dialog berlangsung hingga pukul 12.30 WIB dan selanjutnya Menag bersama rombongan bergerak menuju Kecamatan Omben, Sampang, guna melakukan pertemuan dengan tokoh ulama dan pengasuh salah satu pondok pesantren di wilayah itu. Ikut mendampingi Menag Kepala Kanwil Kemenag Jatim Mahfud Sodari, Kabid Urais Kemenag Jatim Mansyur, dan Kepala Kemenag Pamekasan, Juhedi. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
