Logo Header Antaranews Sumbar

Polda Riau : Perampokan di Riau Bermetode Balon

Senin, 27 Januari 2014 13:21 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antara) - Pelaku perampokan dengan kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota selalu menggunakan metode balon yang kembang dan kempis sesuai situasi keamanan, kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Guntur Aryo Tejo. "Metode balon artinya yakni pelaku kejahatan itu kerap membaca situasi untuk mencari sasarannya. Jika di satu lokasi yang menjadi target kuat sistem pengamanannya, maka mereka mengempeskan rencana tersebut untuk kemudian membulatkan tekad ke lokasi target lainnya," kata AKBP Guntur kepada Antara di Pekanbaru, Senin siang. Cara kejahatan seperti ini yang kemudian menurut dia cukup merepotkan barisan keamanan khusus kepolisian dalam upaya pencegahan. Lihat saja, demikian Guntur, perampokan terjadi dengan kerap pelakukanya berpindah-pindah target. "Kabupaten Pelalawan yang tadinya sangat minim angka perampokan, kali ini mulai menjadi target kawanan penjahat itu," kata dia. Catatan Polres Pelalawan, aksi perampokan menggunakan senjata api di daerah ini telah terjadi beberapa kali bahkan dalam waktu yang singkat. Pada Rabu (15/1) peristiwa kejahatan itu menimpa sepasang muda-mudi berusia belasan tahun di Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras. Korban atas nama Sunarto (19) dan tunangannya Yanti (18), sempat diculik oleh para pelaku yang mengambil seluru perhiasan dan uang tunai. Setelah itu, kedua korban ini diikat lalu dibuang di jalan poros dekat areal PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), tepatnya di Kilometer 61 Desa Gondai. Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya sepanjang Januari 2014. Pada dua pekan lalu, aksi perampokan juga terjadi di sekitar Langgam, Desa Lubuk Ogung, Kecamatan Bandar Seikijang, Pelalawan. Seorang warga diancam pemuda berbadan tegap dan rambut cepak dengan senpi dan merampas sepeda motornya. Kemudian di Desa Segati Kecamatan Langgam, pada pekan kedua Januari 2014, empat orang tak dikenal menggunakan sejata api juga merampok sebuah rumah. Sementara itu, menurut catatan kepolisian, perampokan juga marak terjadi di Pekanbaru pada akhir 2013. Kawanan penjahat ini bahkan berhasil membobol brankas milik perusahaan perbankan yang ada di sebuah swalayan di Pekanbaru. "Saat ini razia dan patroli rutin atau upaya perketatan pengamanan telah dilakukan di dua daerah ini. Beberapa pekan, tampak sudah seperti aman. Namun bisa jadi, perampokan akan terjadi di daerah lainnya di Riau. Ini yang namanya metode balon, kembang kempis sesuai dengan situasi," katanya. Untuk itu, demikian AKBP Guntur, diharapkan peran serta semua pihak, khususnya masyarakat dan para pengusaha untuk bersama-sama mencegah aksi-aksi kejahatan ini. "Salah satu caranya, yakni dengan membuka kembali pos keamanan di lingkungan masyarakat. Kemudian setiap pengusaha, sebaiknya menggunakan jasa petugas keamanan untuk menjaga toko atau kantornya dan juga memasang kamera pemantau (cctv)," kata dia. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026