Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Tambang Batubara

Sabtu, 25 Januari 2014 07:26 WIB
Image Print
Ledakan tambang batu bara di Sawahlunto pada beberapa tahun lalu. (antarasumbar)

Sawahlunto, (Antara) - Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sawahlunto, menyatakan segera melakukan penyelidikan penyebab ledakan tambang batubara yang telah menewaskan satu warga. Kapolresta Sawahlunto AKBP Moehammad Syafrial, Jumat, di Sawahlunto, mengatakan pihak kepolisian akan segera melakukan penyelidikan penyebab ledakan lubang tambang di Parambahan, Kecamatan Talawi, yang berjarak 12 kilometer dari Kota Sawahlunto. "Kita akan segera melakukan penyelidikan, sebab hingga saat ini belum bisa dipastikan penyebabnya, selain adanya kandungan gas metan yang tinggi dilobang tambang Ngalau Tiga, Ombilin," katanya. Dia menambahkan, selain kandungan gas metan yang tinggi pemicu ledakannya masih belum bisa dipastikan. Akibat ledakan tambang batubara di kawasan itu, satu orang telah dinyatakan meninggal dunia atas nama Zulheldi, warga Tanjung Ampalu, Kabupaten Sijunjung, yang ditemukan pada pukul 12.00 WIB disekitar lokasi ledakan tersebut. Sementara empat pekerja lainnya, korban yang masih terjebak reruntuhan ledakan tambang itu, hingga Jumat sore masih dalam proses pencarian tim dari pihak kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan juga dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dan juga tim SAR gabungan lainnya. Tambang yang meledak ini, merupakan milik PT Dastra. Perlu dilakukan investigasi lebih lanjut apa sebenarnya pemicu ledakan didalam lobang tambang tersebut, jelasnya. Ledakan tambang sendiri di Kota Sawahlunto bukan yang pertama terjadi, sebab pada tahun 2009, ledakan tambang di daerah itu juga menyebabkan 23 orang meninggal dunia, akibat terperangkap di lobang tambang. (*/zon/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026