Logo Header Antaranews Sumbar

Tangsi Ampek Jadi Ikon Pariwisata Solok Selatan

Senin, 20 Januari 2014 15:01 WIB
Image Print
Air terjun Tangsi Ampek di Kecamatan Sangir.

Padang Aro,(Antara) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan menjadikan air terjun dua tingkat Tangsi Ampek di Kecamatan Sangir, menjadi ikon pariwisata di daerah itu. "Selain 'hot waterbom' yang pengerjaannya hampir selesai, kita juga menjadikan air terjun Tangsi Ampek sebagai ikon wisata di Solok Selatan karena mempunyai keindahan yang luar biasa," kata Bupati Kabupaten itu Muzni Zakaria, di Padang Aro, Senin. Dia mengatakan, air terjun dua tingkat tersebut tidak kalah dengan yang ada di Lembah Anai karena airnya sangat jernih dan kolamnya juga besar. "Yang paling penting walaupun musim kemarau sekalipun airnya tidak akan kering dan ini merupakan kekayaan alam yang luar biasa," ujarnya. Untuk pengembangannya, kata dia, sekarang ini masih terkendala dengan akses jalan yang masih sulit dilewati karena masih bebatuan dan tanah. Untuk pengembangan akses jalan ini, katanya, pemerintah daerah akan melakukan kerja sama dengan perkebunan teh PT Mitra Kerinci karena lokasi air terjun tersebut berada di lokasi mereka. "Untuk akses jalan ini direncanakan diperbaiki tahun depan karena sekarang ini kita berencana mengadakan event nasional trail yang melintasi lokasi air terjun bertingkat tersebut," katanya. Agar lebih memperindah lokasinya, kata dia, maka akan ditambah berbagai tanaman tambahan yang memungkinkan. Supaya pengelolaannya lebih baik lagi, katanya, pemerintah daerah akan mencari investor dari luar karena jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pariwisata akan lambat berkembang. Dia menyebutkan, di lokasi air terjun tersebut yang paling diutamakan adalah kebersihannya supaya pengunjung juga nyaman. Selain itu, juga akan disediakan peralatan berenang untuk anak-anak serta membersihkan bebatuan disekitarnya supaya tidak licin. "Segala fasilitas mendukung nantinya akan disediakan termasuk keamanan menggunakan keamanan sedangkan untuk pembersihannya bisa dilakukan secara gotong royong," jelasnya. Dia menambahkan, lokasi tersebut nantinya juga bisa dijadikan lokasi balimau atau tradisi mandi bersih memasuki bulan Ramadhan, yang biasa dilaksanakan oleh masyarakat Minangkabau sebelum memasuki bulan Ramadhan. (*/rik/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026