
Tas Milik Teroris Mirip Tas Warteg Berisi Bom

Tangerang, (Antara) - Warga yang tinggal bersebelahan dengan salah satu teroris bernama Dayat di Rempoa, mengaku pernah melihat tas ransel yang mirip tertinggal di sebuah Warteg di Cikupa berisi bom. "Sehari sebelum natal, saya melihat Uwa Nur dan rekannya membawa tas ransel seperti yang tertinggal di Warteg Cikupa terkait perampokan Bank BRI," kata Meti di Tangerang, Rabu. Perlu diketahui, Bank BRI Panongan, Cikupa, dirampok sekelompok orang pada tanggal 24 Desember 2013. Setelah kejadian itu, ditemukan tas berisi bom yang tertinggal di sebuah warteg. Uwa Nur, begitu Dayat biasa disapa oleh Meti, mengaku ketika itu akan pulang kampung sehingga membawa tas ransel. Begitu juga rekan Dayat yang membawa tas ransel beserta dua boneka berwarna Pink. Boneka itu, rencananya akan diberikan kepada anaknya saat tiba di kampung halaman. "Kalau dicocokan dengan tas yang tertinggal di warteg berisi bom, hampir mirip yang dibawa oleh Uwa Nur dan temannya ketika itu," ujarnya. Meti pun mengaku curiga dengan dua boneka yang dibawa rekannya. Sebabnya, boneka tersebut dibawa dengan cara tidak biasa. Tetapi, ketika ditanyakan olehnya, bila boneka itu dibelinya dari Cipulir sebagai oleh-oleh. "Keduanya bawa tas ransel namun seperti tidak ada isinya. Padahal mengaku ingin pulang kampung," ujarnya. Meski bertetangga dengan Dayat, namun Meti tidak pernah mengetahui identitasnya secara jelas. Mulai dari pekerjaan dan berbicara secara lama. Bahkan, Dayat selalu menutup pintu rumah kontrakan setiap pulang kerja dan tidak banyak berbicara dengan tetangga. "Wajahnya tidak bisa dikenali warga setempat. Saya saja yang tetangga sebelahnya, hanya ketemu saat dia berangkat dan pulang kerja saja," katanya. Sebelumnya, lima anggota Densus 88 Antiteror menggerebek rumah kontrakan milik terduga teroris di Jalan Delima I, RT 8/2 No. 9, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Rabu. Informasi yang diperoleh menyebutkan rumah kontrakan tersebut dihuni Dayat Kacamata yang telah tewas saat penggerebekan di Kampung Sawah. Di dalam rumah kontrakan itu Dayat Kacamata bersama rekannya diduga meracik atau membuat bom. Penggeledahan rumah kontrakan di Rempoa, merupakan pengembangan dari penggerebekan teroris di di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah. Dari penggerebekan kelompok teroris di Kampung Sawah, enam orang dinyatakan tewas setelah baku tembak dengan Densus 88 dan satu orang ditangkap hidup - hidup. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menuturkan, penyergapan di Ciputat itu terkait dengan penangkapan seorang terduga teroris Badri di Surakarta Jawa Tengah dan kelompok teroris berinisial A yang ditangkap polisi di Banyumas. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
