
Sawahlunto percepat pembangunan Koperasi Merah Putih di empat desa

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Kecamatan Talawi mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di empat desa yang ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan program nasional penguatan ekonomi desa.
Camat Talawi Uchaq Hardian mengatakan dari 11 desa yang ada di kecamatan tersebut, saat ini empat KDMP sedang dalam tahap pembangunan, sedangkan tujuh desa lainnya diupayakan masuk pada tahap berikutnya.
"Saat ini ada empat KDMP yang sedang dibangun dan ditargetkan selesai sebelum Agustus 2026. Masih ada tujuh KDMP lagi yang diupayakan pembangunannya pada tahap kedua," katanya di Sawahlunto, Senin.
Menurut dia, pembangunan KDMP merupakan bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi dan usaha produktif di tingkat desa.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovanly Abdams mengatakan program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi, UMKM, dan aktivitas usaha produktif masyarakat desa.
"Program ini diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan peran koperasi, serta mendukung pengembangan usaha produktif di desa," katanya.
Rovanly mengatakan keberadaan KDMP diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan koperasi, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM dan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa.
Salah satu KDMP yang tengah dibangun berada di Desa Batu Tanjung. Kepala Desa Batu Tanjung Marwan mengatakan progres pembangunan koperasi tersebut telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
Ia menjelaskan lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi telah disiapkan untuk mendukung operasional KDMP. Selain bangunan utama koperasi, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki area bagi UMKM, area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya.
"Kami berharap keberadaan KDMP Batu Tanjung dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung tumbuhnya aktivitas ekonomi di desa," katanya.
Menurut Marwan, pembangunan KDMP juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui pelibatan tenaga kerja dan penggunaan material yang diutamakan berasal dari masyarakat setempat.
"Pemerintah desa menyediakan lahan, sementara tenaga kerja dan material pembangunan diutamakan berasal dari masyarakat lokal," ujar dia.
Ia menambahkan salah satu kendala yang masih dihadapi adalah belum tersedianya jaringan listrik di lokasi pembangunan. Namun, usulan penyambungan listrik telah disampaikan kepada PLN untuk mendukung operasional KDMP setelah pembangunan selesai.
Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program nasional yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi dari tingkat desa melalui pengembangan koperasi, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan aktivitas usaha produktif di daerah.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
