Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Sawahlunto dorong percepatan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja

Rabu, 11 Maret 2026 11:57 WIB
Image Print
Wali Kota Sawahlunto Riyanda dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Solok Arief Sabara dalam rapat pembahasan upaya mendorongnya Universal Coverage Jamsostek. (Antarasumbar/Yudha Ahada)

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan mendorong percepatan perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di daerah itu guna mendukung terwujudnya Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Berdasarkan data kondisi ketenagakerjaan per Desember 2025, dari total 31.706 pekerja di Kota Sawahlunto sebanyak 19.483 orang telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan atau sekitar 61,45 persen.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Arief Sabara, di Sawahlunto, Selasa mengatakan perluasan kepesertaan menjadi langkah penting agar seluruh pekerja, baik formal maupun informal, memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko kerja maupun risiko sosial lainnya.

“Universal Coverage Jamsostek bukan hanya tentang angka kepesertaan, tetapi memastikan seluruh pekerja memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kerja maupun risiko sosial lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan perlindungan bagi pekerja formal di sektor perusahaan masih memiliki ruang peningkatan, karena dari 1.755 badan usaha yang tercatat di Sawahlunto baru 494 perusahaan yang telah terdaftar dengan total 6.141 pekerja terlindungi atau sekitar 28,14 persen dari potensi pekerja perusahaan.

Selain sektor perusahaan, perlindungan bagi aparatur pemerintahan di daerah tersebut telah berjalan optimal, antara lain tenaga honorer pemerintah daerah sebanyak 501 orang, perangkat desa 489 orang, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa sebanyak 140 orang yang seluruhnya telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Perlindungan juga diperluas bagi pekerja bukan penerima upah melalui berbagai skema pembiayaan seperti dukungan APBD, Baznas, serta sumber pendanaan lainnya yang telah menjangkau 5.764 pekerja rentan, antara lain petani, tukang ojek, tokoh adat, tenaga keagamaan, serta pekerja desa dan kelurahan.

Dukungan dunia usaha turut memperkuat perluasan perlindungan tersebut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dari sejumlah perusahaan seperti Allied Indo Coal Jaya, Dasrat Sarana Arang Sejati, Bara Mitra Kencana, dan Tahiti Coal yang telah membantu melindungi 1.062 pekerja.

Sepanjang 2025, program BPJS Ketenagakerjaan di Kota Sawahlunto juga telah memberikan manfaat bagi pekerja dan keluarga mereka melalui 50 kasus Jaminan Kematian dengan total santunan sekitar Rp1,97 miliar serta 33 kasus Jaminan Kecelakaan Kerja dengan total manfaat sekitar Rp249,6 juta.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menilai keikutsertaan pekerja dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk investasi perlindungan bagi pekerja dan keluarganya.

“Keikutsertaan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan investasi yang nyata karena memberikan perlindungan bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko kerja,” kata dia.

Ia menambahkan pemerintah daerah akan terus mempertahankan sekaligus meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan lembaga yang memiliki potensi dukungan pembiayaan di luar APBD.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026