Logo Header Antaranews Sumbar

Nilai ekspor Sumatera Barat Januari-April capai Rp18,4 triliun

Kamis, 4 Juni 2026 14:26 WIB
Image Print
Petugas mengawasi Kapal Tanker Luojiashan yang memuat minyak kelapa sawit mentah di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Sumatera Barat (Sumbar) mencatat nilai ekspor di provinsi tersebut periode Januari hingga April 2026 mencapai Rp18,4 triliun atau meningkat 30,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sekitar Rp14,2 triliun.

"Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang mengalami peningkatan 31,91 persen," kata Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin di Padang, Kamis.

Hasanudin menyebutkan terdapat lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Sumbar sepanjang Januari hingga April 2026 yakni India dengan nilai ekspor Rp4,8 triliun, Pakistan Rp3,1 triliun, Myanmar Rp2,1 triliun, China Rp2,1 triliun dan Mesir Rp1,9 triliun.

Terkait ekspor Sumbar pada periode tersebut tiga komoditas utama ialah golongan lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15), karet dan barang dari karet (HS 40) serta berbagai produk kimia (HS 38) yang menyumbang masing-masing sebesar 84,94 persen, 3,51 persen dan 3,31 persen.

"Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor ketiga golongan itu mengalami penurunan secara nilai dan volume," kata dia.

Sementara itu, nilai impor Sumbar pada Januari-April 2026 mencapai Rp6,5 triliun setara 364,46 juta dolar AS atau meningkat 187,83 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan andil utama peningkatan impor bahan baku atau penolong.

"Impor bahan baku atau penolong ini secara kumulatif mengalami peningkatan 174,96 persen," ujar dia.

Untuk negara asal impor Sumbar sepanjang Januari hingga April 2026 ialah Singapura senilai Rp4,4 triliun, Malaysia Rp1 triliun, Argentina Rp344 miliar, Kanada Rp279 miliar dan Australia Rp130 miliar.

Ia mengatakan tiga komoditas utama impor Sumbar pada periode tersebut yakni golongan bahan bakar mineral (HS 27), ampas atau sisa industri makanan (HS 23) dan pupuk (HS 31) yang memberikan sumbangan masing-masing sebesar 83,55 persen, 6,36 persen dan 4,21 persen.

"Jadi, neraca perdagangan Sumbar Januari-April 2026 sekitar Rp12 triliun atau naik sekitar Rp760 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2025," sebut dia.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026