Logo Header Antaranews Sumbar

Satelit menjadi solusi jangkau wilayah yang belum terlayani internet

Kamis, 4 Juni 2026 22:57 WIB
Image Print
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria memberikan pidato dalam acara Indonesia Connectivity Forum 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO-Kemkomdigi/am.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai teknologi satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), termasuk Low Earth Orbit (LEO), menjadi solusi untuk menjangkau daerah yang belum terlayani jaringan Base Transceiver Station (BTS) maupun serat optik.

Menurut Nezar, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, tantangan geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, kawasan pegunungan, dan wilayah terpencil membuat pendekatan pembangunan jaringan berbasis darat tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Teknologi satelit Non-Geostationary Orbit, khususnya satelit Low Earth Orbit menawarkan solusi dengan manfaat yang sesuai dengan yang kita inginkan, terutama pada tiga dimensi utama yang sangat penting yaitu secara mendasar, secara strategis, dan juga praktis," kata Nezar.

Dia menjelaskan, dari sisi mendasar, teknologi LEO dapat membantu menghadirkan akses internet di wilayah yang sulit dijangkau atau belum layak secara komersial bagi operator telekomunikasi.

"Tidak semua tempat bisa dibangun BTS karena topografinya tidak memungkinkan untuk dibangun BTS. Jadi coba diterobos dengan cara lain, misalnya pakai kabel serat optik, atau LEO saya kira menjadi salah satu solusi," kata Nezar.

Kehadiran konektivitas di wilayah yang selama ini belum terlayani dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Menurut Nezar, pemanfaatan teknologi NGSO juga dapat mempercepat transformasi digital daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang lebih merata.

"Kita tahu dengan adanya LEO atau NGSO yang bisa menghubungkan banyak titik-titik yang tidak terjangkau, transformasi digital di daerah itu bisa kita dorong lebih kuat dan digital commerce itu juga bisa bertumbuh. Jadi manfaat ekonominya juga akan sangat terasa," ujar Nezar.

Selain mendukung aktivitas ekonomi, teknologi satelit juga memiliki peran penting dalam menjaga layanan komunikasi saat terjadi bencana.

Ketika infrastruktur telekomunikasi terestrial mengalami gangguan, konektivitas berbasis satelit dapat menjadi jalur komunikasi yang tetap berfungsi untuk mendukung koordinasi penanganan darurat dan pelayanan masyarakat.

"Saya kira LEO sangat spesifik dan krusial perannya. Hal itu terbukti saat bencana kemarin bagaimana ketika komunikasi terputus di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Konektivitas yang memungkinkan di daerah-daerah itu hanya dengan LEO," kata Nezar.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satelit menjadi solusi jangkau wilayah yang belum terlayani internet



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026