Logo Header Antaranews Sumbar

Wamenhaj Saudi kunjungi Daker Makkah usul tanazul 50 persen jamaah RI

Kamis, 4 Juni 2026 22:54 WIB
Image Print
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menerima kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat di Kantor Daerah Kerja Makkah, Kamis. (ANTARA/Citro Atmoko)

Makkah (ANTARA) - Pemerintah Arab Saudi mengusulkan penerapan skema tanazul hingga 50 persen jamaah haji Indonesia ke hotel di Makkah lebih awal guna mengurai kepadatan ekstrem di tenda-tenda Mina.

Usulan strategis tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat saat melakukan kunjungan ke Kantor Daerah Kerja Makkah, Kamis.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus Naib Amirulhaj Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyambut langsung kunjungan tersebut mengatakan, keterbatasan lahan di Mina yang hanya belasan hektare menjadi perhatian utama kedua negara.

Sebagai kompensasi, otoritas Arab Saudi menawarkan jaminan fasilitas di Mina jika manajemen haji Indonesia mengambil kebijakan memindahkan sebagian jamaah ke hotel asal di Makkah setelah prosesi wajib haji selesai.

"Mina itu sangat terbatas, hanya sekitar belasan hektare. Pihak Saudi menyampaikan kalau bisa di-tanazul-kan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan untuk meminta jaminan di Mina," ujar Dahnil.

Merespons proposal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyatakan akan segera mematangkan kalkulasi teknis dan operasional.

Dahnil menegaskan sinergi tersebut bertujuan untuk memaksimalkan skema tanazul tanpa mengurangi keabsahan rukun haji para jamaah.

"Ke depan kita akan bekerja bareng dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk mempersiapkannya sejak awal," ujar Dahnil.

Tanazul adalah skema pergerakan dan pengaturan akomodasi jamaah haji di mana jamaah tidak bermalam atau mabit di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel.

Selain membahas skema tanazul, dalam pertemuan tersebut Pemerintah Arab Saudi juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah-langkah reformasi pengelolaan haji Indonesia yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dahnil menambahkan, Arab Saudi menyadari tantangan masif yang dihadapi Indonesia sebagai negara dengan basis jamaah terbesar di dunia.

Oleh karena itu, Kemenhaj RI juga berkomitmen memperketat implementasi istitha'ah atau kelayakan kesehatan sejak dari tanah air untuk menekan angka kematian jamaah, serta menyiapkan reformasi tata kelola keuangan haji agar lebih transparan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenhaj Saudi kunjungi Daker Makkah usul tanazul 50 persen jamaah RI



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026