
Sidak ke SPBU, Satgas pengendalian BBM subsidi Pasaman Barat temukan penyalahgunaan kode batang ganda

Jakarta (ANTARA) - Tim satuan tugas pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menemukan praktik penyalahgunaan barcode atau kode batang subsidi ganda untuk satu kendaraan saat peninjauan ke sejumlah SPBU di daerah itu, Kamis.
Kepala Bagian Operasional Polres Pasaman Barat Kompol Farel Haris di Simpang Empat, Kamis, mengatakan pihaknya bersama PT Pertamina Sumbar melakukan inspeksi mendadak atas tindak lanjut keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan antrean panjang BBM subsidi di wilayah Pasaman Barat.
Pihaknya turun ke dua SPBU yang menjadi titik pemantauan yakni SPBU Simpang Empat dan SPBU Sarik Luhak Nan Duo.
Dia mengatakan di SPBU Simpang Empat, tim menemukan antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang cukup panjang untuk memperoleh biosolar dan pertalite.
"Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap kendaraan yang sedang mengisi BBM subsidi," katanya.
Tim gabungan memeriksa empat aspek utama yaitu kesesuaian barcode dengan nomor polisi kendaraan, penggunaan barcode ganda, indikasi modifikasi tangki serta pembelian berulang dalam satu hari menggunakan barcode yang sama.
"Dari hasil pemeriksaan acak, kami menemukan beberapa kendaraan yang menggunakan lebih dari satu barcode untuk satu kendaraan. Praktik seperti ini merupakan bentuk penyalahgunaan dan tidak dibenarkan," tegas dia.
Terhadap kendaraan yang terbukti melanggar, petugas langsung melakukan pendataan dan pengamanan.
Barcode yang terindikasi disalahgunakan segera dinonaktifkan oleh tim checker PT Pertamina Sumatera Barat yang turut mendampingi kegiatan pengawasan di lapangan.
Dia menegaskan apabila ditemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi dalam jumlah besar, kasus tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Pemeriksaan ini ini bukan sekadar kegiatan pengawasan rutin. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan atau menimbun BBM subsidi akan diproses sesuai aturan perundang-undangan," tegas dia.
Selain melakukan pengawasan, tim Pertamina juga memberikan pembinaan kepada operator SPBU.
Checker Pertamina Suroto mengingatkan pentingnya ketelitian petugas dalam memverifikasi barcode dan identitas kendaraan guna mencegah penyalahgunaan sejak di tingkat pelayanan.
"Petugas SPBU merupakan garda terdepan dalam memastikan subsidi tepat sasaran. Karena itu, verifikasi barcode dan data kendaraan harus dilakukan secara cermat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Pasaman Barat Agusli menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
Menurutnya Bupati Pasaman Barat Yulianto telah menginstruksikan agar pengawasan dilakukan secara berkala guna mencegah praktik penyalahgunaan yang merugikan masyarakat.
Dia berharap dengan penertiban tegas ini, antrian panjang BBM subsidi di Pasaman Barat segera terurai dan hak masyarakat kecil bisa kembali terselamatkan.
"Pengawasan akan terus dilakukan secara rutin. Tujuannya agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, seperti petani, nelayan, pelaku UMKM, dan angkutan umum. Di sisi lain, tindakan tegas ini juga diharapkan memberikan efek jera bagi para pelanggar," ujar dia.
Dia menyebutkan inspeksi mendadak ini akan dilakukan ke seluruh SPBU di Pasaman Barat sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan distribusi BBM subsidi.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
