
Komnas HAM ingatkan kasus peluru "nyasar" tidak terulang

Kota Padang (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengingatkan pemangku kepentingan terkait agar kasus dua warga sipil yang terkena peluru "nyasar" di kawasan Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, tidak kembali terulang di kemudian hari.
"Ke depan tentu perlu dikoordinasikan agar kasus-kasus serupa tidak terjadi kembali," kata Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah di Kota Padang, Rabu.
Hal tersebut disampaikan Anis Hidayah menanggapi dua warga sipil yang diduga terkena peluru nyasar pada Selasa (2/6) sore sekitar pukul 17.05 WIB di sekitar kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang.
Peluru "nyasar" tersebut melukai tangan seorang warga (bukan mahasiswa) sekaligus mengenai bagian paha seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang.
Pihak kampus bersama Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol langsung bergerak cepat mengobati korban dan melakukan investigasi di lokasi kejadian.
Menurut Ketua Komnas HAM, beberapa kali kejadian peluru nyasar yang diduga mengarah ke lingkungan kampus harus menjadi evaluasi bersama karena kondisi itu dikhawatirkan akan berdampak pada rasa aman bagi masyarakat, terutama civitas akademika perguruan tinggi di kemudian hari.
"Karena peluru nyasar itu kan bisa menimbulkan chilling effect, jangan sampai itu kemudian menimbulkan efek ketakutan bagi mahasiswa untuk beraktivitas di kampus," ujar Anis.
Di sisi lain, Anis menyambut baik langkah cepat pihak kampus yang langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama aparat penegak hukum, mengenai kasus tersebut.
Salah satu hal penting yang mesti dilakukan ialah memberikan dan menjamin rasa aman bagi masyarakat kampus.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Padang Krismadinata mengatakan setelah kejadian dua orang terkena pelurus nyasar tersebut, pihaknya langsung mengerahkan ambulans untuk membawa korban ke salah satu rumah sakit terdekat.
"Setelah kejadian saya berkomunikasi langsung dengan Pangdam XX/Imam Bonjol dan beliau merespons dengan cepat," katanya.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
