Logo Header Antaranews Sumbar

BPS catat nilai tukar petani Sumbar periode Mei capai 130,73

Rabu, 3 Juni 2026 16:24 WIB
Image Print
Pekerja membongkar pisang dari atas kapal yang dibawa dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang, Sumbar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) periode Mei 2026 mencapai 130,73 atau naik 3,93 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Sumbar Nurul Hasanudin di Padang, Rabu, menjelaskan peningkatan NTP di provinsi itu disebabkan adanya peningkatan harga hasil produksi petani sebesar 5,17 persen.

Dengan kata lain, indeks harga terima petani mencapai 168,78 dengan komoditas penyumbang meliputi karet, kakao atau coklat biji, cabai merah dan tomat.

Hal tersebut lebih besar dibandingkan peningkatan untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi dan penambahan barang modal dimana indeks harga bayar petani berada pada angka 129,11 persen.

"Harga untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi dan penambahan barang modal hanya meningkat 1,20 persen," ujar dia.

Kemudian indeks harga bayar petani tersebut meliputi komoditas penyumbang di antaranya cabai merah, bawang merah, tomat sayur serta sigaret kretek mesin (SKM).

Peningkatan NTP tersebut secara umum disebabkan peningkatan pada subsektor hortikultura dan subsektor tanaman perkebunan rakyat.

Sementara, untuk subsektor tanaman pangan, subsektor peternakan dan subsektor perikanan yang meliputi nelayan serta pembudi daya ikan malah mengalami penurunan.

Selain itu, terkait nilai tukar usaha petani (NTUP) Sumbar pada Mei 2026, BPS setempat mencatat sebesar 137,36 atau meningkat 4,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal itu disebabkan adanya peningkatan harga pada hasil produksi petani atau indeks harga terima petani.

"Terjadi peningkatan 5,17 persen pada harga hasil produksi petani. Ini lebih besar dari peningkatan pada indeks biaya produksi dan penambahan barang modal yang berada pada angka 122,87 atau hanya naik 0,26 persen," katanya menambahkan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026