Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Solok percepat pelebaran jalan nasional di Surian

Senin, 25 Mei 2026 04:21 WIB
Image Print
Pemerintah Kabupaten Solok telah menggelar rapat koordinasi bersama OPD terkait dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan guna membantu penyelesaian persoalan pelebaran jalan nasional di Nagari (Desa) Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Sumbar. ANTARA/HO-Diskominfo Solok.

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, membentuk tim percepatan pembebasan lahan untuk mendukung pelebaran jalan nasional di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, guna menekan risiko kecelakaan di jalur rawan tersebut.

Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra di Solok, Minggu mengatakan pembentukan tim dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menuntaskan persoalan yang sudah cukup lama terjadi di lokasi tersebut.

“Kita sudah mengadakan rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan masyarakat di lokasi itu. Ini bagian dari upaya membantu balai jalan nasional dalam percepatan penyelesaian persoalan yang ada,” ujar dia.

Menurutnya proses pembebasan lahan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut mekanisme dan aturan penggunaan keuangan negara yang harus dipatuhi.

Oleh sebab itu tim yang dibentuk saat ini tengah melakukan kajian serta konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna menentukan nilai ganti lahan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

“Tentu ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui. Ini menyangkut uang negara sehingga semuanya harus sesuai aturan.
Tim sedang bekerja melakukan kajian dan konsultasi terkait harga yang sesuai regulasi,” katanya menjelaskan.

Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa secara kewenangan ruas jalan tersebut merupakan tanggung jawab Balai Jalan Nasional karena berstatus jalan nasional.

Namun atas dasar kemanusiaan dan keselamatan masyarakat, pemerintah Kabupaten Solok siap membantu mempercepat proses penyelesaian dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BPJN Sumbar.

“Atas nama kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan, kita siap membantu percepatan penyelesaian ini bersama pemerintah provinsi dan balai jalan nasional,” katanya.

Sementara itu, sebagai solusi sementara guna meminimalkan risiko kecelakaan di lokasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis ke lapangan sejak Selasa (19/5).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok Muhammad Djoni mengatakan pihaknya melakukan pemasangan lampu penerangan jalan serta road barrier di sekitar tikungan dan area jembatan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

“Kami sudah mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah cepat sementara agar titik tersebut lebih aman dilalui masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dishub juga akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan rambu tambahan dan penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan tersebut.

Diketahui, ruas jalan di kawasan Jembatan Kutianyie selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat kondisi tikungan tajam dan penyempitan badan jalan karena persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas.

Sebelumnya, pada hari yang sama sebelum kecelakaan yang dialami Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Vasko, dilaporkan juga terjadi beberapa kecelakaan lain di lokasi tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah Kabupaten Solok telah menggelar rapat koordinasi bersama OPD terkait dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan guna membantu penyelesaian persoalan pelebaran jalan nasional di titik rawan tersebut.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026