Logo Header Antaranews Sumbar

Lewat program BPJS Kesehatan Keliling, warga desa kini lebih mudah akses layanan dan informasi JKN

Kamis, 23 April 2026 09:19 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - Dalam upaya mendekatkan akses layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Solok menyelenggarakan kegiatan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Silungkang Tigo, Kota Sawahlunto pada Rabu (08/04/2026).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Solok. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus memberikan edukasi serta informasi terkini terkait Program JKN.

“Seluruh peserta JKN perlu memahami hak dan kewajibannya. Selain itu, alur pelayanan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) juga harus dipahami, agar tidak ada lagi peserta yang merasa ragu atau takut berobat karena belum mengerti prosedurnya,” ujar Neri.

Ia juga menambahkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, meskipun jauh dari kantor BPJS Kesehatan, tetap dapat memanfaatkan berbagai inovasi layanan yang telah disediakan untuk mempermudah akses administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor.

“Dengan kondisi saat ini, sebagian besar masyarakat baik di kota maupun desa sudah menggunakan smartphone. Selama tersedia jaringan data, layanan administrasi berbasis aplikasi dapat diakses dengan mudah. Peserta JKN bisa memanfaatkan berbagai kanal layanan seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Care Center 165”, jelasnya.

Lebih lanjut, Neri menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, peserta JKN khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri juga mendapatkan informasi mengenai keringanan pembayaran tunggakan melalui Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara cicilan.

Salah satu peserta PBPU/mandiri, Rahmayeni (35) turut memanfaatkan kesempatan tersebut dengan langsung mendaftar Program REHAB. Ia mengaku telah menunggak iuran BPJS Kesehatan selama 24 bulan.

“Saya sudah lama ingin ikut program cicilan, tapi belum tahu caranya. Sebenarnya ingin datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan, tapi belum sempat. Alhamdulillah hari ini ada kegiatan di desa, jadi bisa langsung konsultasi dan dibantu mendaftar REHAB melalui Aplikasi Mobile JKN,” ungkap Yeni, sapaan akrabnya.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin di desa-desa, agar masyarakat semakin memahami berbagai informasi terbaru mengenai Program JKN.

“Kadang masyarakat kurang peduli dan baru mencari informasi saat sudah sakit. Padahal banyak kemudahan layanan yang tersedia, termasuk program cicilan ini. Terus terang, kalau harus melunasi tunggakan 24 bulan sekaligus saya tidak mampu, jadi program ini sangat membantu,” tutupnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026