Logo Header Antaranews Sumbar

Taman Budaya Sumatera Barat buka lokakarya tari

Senin, 11 Mei 2026 14:47 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri (kiri) menyerahkan kokarde kepada peserta lokakarya sastra di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat di Padang, Senin (11/5/2026). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Padang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Sumatera Barat melalui UPTD Taman Budaya membuka lokakarya tari diikuti 25 peserta dari berbagai daerah di provinsi itu dengan tema “Pulang ke Akar: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh”.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar agenda pelatihan seni, melainkan sebuah ruang perjumpaan gagasan, ruang perawatan ingatan budaya, dan ruang untuk menyalakan kembali semangat generasi muda dalam membaca tradisi melalui tubuh dan gerak.

"Melalui program lokakarya tari ini, kita ingin menghadirkan sebuah proses kreatif yang tidak tercerabut dari akar budaya Minangkabau," kata Syaiful saat membuka lokakarya di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat di Padang, Senin.

Syaiful menilai, tema yang diangkat mengandung pesan yang sangat mendalam, bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, seniman muda tidak boleh kehilangan arah dan identitas.

Menurutnya, tradisi bukan sesuatu yang usang untuk ditinggalkan, melainkan sumber energi kreatif yang dapat ditafsirkan ulang secara segar dan relevan.

Tubuh penari menjadi halaman tempat kaba dituliskan kembali, tempat silek berubah menjadi ritme, tempat adat dan pengetahuan tradisional menjelma menjadi bahasa artistik yang baru, katanya.

Semoga selama tiga hari ke depan, lokakarya ini dapat melahirkan dialog, keberanian bereksperimen, dan semangat kolaborasi yang semakin memperkaya ekosistem seni pertunjukan di Sumatera Barat.

Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, M.Devid menambahkan kegiatan ini digelar untuk mengeksplorasi potensi tari kontemporer sebagai medium untuk merefleksikan dan menginterpretasikan kembali kebudayaan lokal yang ada di daerah masing-masing peserta begitu.

Selain itu, kata M.Devid, dengan kegiatan itu diharapkan dapat menciptakan karya seni tari inovatif baru dan relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berpedoman pada nilai-nilai tradisi.

"Peserta juga diharapkan dapat menciptakan ruang komunikasi antara koreografer muda dengan para maestro," tandasnya. (*)



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026