
Kadisbud Sumbar: Ganggam tari kontemporer IV basisnya harus tradisi

Padang (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Sumatera Barat Syaiful Bahri mengatakan pergelaran Ganggam Tari Kontemporer IV yang digelar UPTD Taman Budaya harus mengangkat tari yang berbasis tradisi.
"Tema tahun ini, “Pulang ke Akar: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh”, mengandung pesan yang sangat mendalam, bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, seniman muda tidak boleh kehilangan arah dan identitas," kata Syaiful Bahri saat membuka lokakarya tari di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat di Padang, Selasa.
Menurutnya, kontemporer itu basisnya harus tradisi seperti contoh Tari Rantak, yang basisnya adalah Tari Alang Suntiang Panghulu.
Kemudian ada Tari Alang Babega, yang dasarnya adalah Tari Tan Bentan yang berakar dari kebudayaan Saniang Baka, Solok, sering dikaitkan dengan gerak burung elang yang terbang berputar-putar (bentan-bentan) di siang hari.
Oleh karena itu, kata Syaiful, tema terkait tradisi itu diangkat pada lokakarya tari yang nantinya akan dipertunjukan pada Ganggam Tari Kontemporer IV.
"Daripada mereka lebih jauh terrtinggal, maka kita tarik lagi ke tradisi, jadi mereka berkarya nanti atas dasar tradisi," katanya.
Ia menilai para peserta lokakarya dapat mengikuti dengan baik, karena mereka yang namanya lolos sudah melalui proses seleksi.
"Mereka ini bukan dari nol, tapi mereka sudah menguasai, mereka sudah tahu, bahkan ada juga mahasiswa S2, maka lokakarya Ini menjadi ajang bertukar pikiran dan teknik tentang tari, karena bagaimana pun akan tari berkembang juga," katanya.
Taman Budaya Sumatera Barat menggelar lokakarya tari yang diikuti 25 peserta dari berbagai daerah selama tiga hari ke depan. (*)
Pewarta: Fitra Yogi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
