
Pasaman Barat bangun sistem peringatan dini tsunami di lima titik

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), segera membangun Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini tsunami di lima titik wilayah pesisir dari anggaran Pemprov Sumbar.
"Untuk survei lahan telah kita tinjau bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar. Direncanakan pembangunannya dilaksanakan akhir Mei nanti," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Zulkarnain di Simpang Empat, Senin.
Menurutnya, EWS ini sangat penting bagi masyarakat pesisir untuk kewaspadaan sejak dini. Dengan adanya EWS ini membuat masyarakat bisa mengetahui sejak dini ancaman tsunami.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Zulkarnain mengatakan lima titik rencana pembangunan EWS itu berada di Siikilang Kecamatan Sungai Aur, Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Katiagan Kecamatan Kinali, Pulau Panjang dan Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas.
Dia mengatakan berkat koordinasi dengan BPBD Provinsi Sumbar maka Pasaman Barat memperoleh alokasi untuk EWS.
"Saat ini EWS yang ada baru tiga titik yakni di Katiagan Kinali, Sasak, dan Sikabau," ujarnya.
Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang EWS itu sehingga masyarakat mengetahui fungsi dan bisa menjaganya dengan baik.
Menurutnya, wilayah pesisir Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang rawan terdampak tsunami serta memiliki risiko tinggi karena pada umumnya wilayah pesisir Pasaman Barat tidak memiliki daerah perbukitan dan akses transportasi kurang memadai.
Selain itu, pihaknya juga mengharapkan adanya pembangunan shelter di wilayah pesisir dari anggaran Pemprov Sumbar mengingat anggaran untuk pembangunan shelter cukup besar.
"Saat ini shelter yang ada di sepanjang 152 kilometer pesisir Pasaman Barat baru ada di Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
