
Pemko Sawahlunto tertibkan kendaraan dinas untuk mitigasi risiko lalu lintas

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat menertibkan kendaraan dinas roda dua dan roda empat guna mitigasi risiko lalu lintas melalui pengecekan menyeluruh terhadap kondisi dan kelengkapan kendaraan.
“Pengecekan ini untuk memastikan kendaraan dinas dalam kondisi aman sehingga tidak menimbulkan risiko bagi pengendara maupun pengguna jalan,” kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, yang turun langsung melakukan pemeriksaan kendaraan dinas tersebut, di lapangan parkir Balaikota, Kamis.
Wali Kota ikut memeriksa langsung kondisi fisik kendaraan satu per satu untuk memverifikasi kelayakan operasional dan kelengkapan administrasi.
Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi terkini kendaraan dinas sebagai dasar tindak lanjut kebijakan.
"Hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan regulasi dan kondisi anggaran, dengan prioritas utama pada aspek keselamatan, jadi kami meminta perangkat daerah terkait melakukan pendataan ulang kendaraan dinas, terutama yang mengalami kerusakan ringan maupun berat," kata dia.
Kendaraan yang tidak layak akan ditindaklanjuti melalui perbaikan atau mekanisme lelang sesuai ketentuan pengelolaan aset.
Selain itu, kelengkapan kendaraan dinas yang menjadi tanggung jawab masing-masing perangkat daerah ataupun pribadi ASN yang menggunakannya diminta segera dipenuhi.
Wali Kota mengingatkan agar tidak ada kelalaian dalam pemeliharaan kendaraan dinas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola aset daerah agar lebih tertib dan akuntabel.
Pemerintah Kota Sawahlunto menilai pengawasan terhadap kendaraan dinas penting untuk memastikan efisiensi penggunaan anggaran sekaligus menjaga keselamatan publik.
Ke depan, penertiban kendaraan dinas akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari penguatan pengawasan aset daerah.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
