Logo Header Antaranews Sumbar

Wali Kota : Musrenbang Sawahlunto fokus usulan riil dan selaras prioritas nasional

Rabu, 11 Februari 2026 09:55 WIB
Image Print
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra. (Antarasumbar/Yudha Ahada)

Saw (ANTARA) - Wali Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat Riyanda Putra menegaskan Musrenbang dan Forum Konsultasi Publik (FKP) RKPD harus memprioritaskan usulan pembangunan yang benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat, sekaligus selaras dengan RPJMD daerah dan program prioritas nasional di tengah keterbatasan fiskal APBD.

“Musrenbang ini harus menghasilkan usulan yang prioritas, berbasis data, dan manfaatnya jelas bagi masyarakat,” kata Wali Kota Riyanda ketika membuka Musrenbang/FKP RKPD di Balaikota Sawahlunto, Rabu.

Ia menyampaikan kemampuan APBD Sawahlunto saat ini terbatas seiring kebijakan efisiensi belanja dan penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat, sehingga tidak semua aspirasi pembangunan dapat dibiayai melalui anggaran daerah.

Karena itu, Wali Kota Riyanda meminta setiap usulan yang dihimpun direkapitulasi secara rapi dan terukur, serta dilengkapi indikator urgensi dan manfaat agar pemerintah memiliki dasar kuat dalam menetapkan skala prioritas.

Ia juga mengarahkan agar usulan tersebut dipetakan berdasarkan peluang pembiayaan, mulai dari yang realistis didukung APBD, yang dapat disinergikan dengan provinsi, hingga yang berpotensi diusulkan melalui program kementerian dan lembaga.

“Kalau usulan kita susun sejak awal sesuai prioritas nasional, maka peluang untuk menjemput dukungan program pusat akan jauh lebih besar,” katanya.

Dia menegaskan sinkronisasi usulan pembangunan daerah dengan rencana strategis kementerian dan lembaga perlu dilakukan sejak tahap perencanaan, agar Sawahlunto lebih siap mengakses dukungan program dan pendanaan.

Dalam forum tersebut, ia menyebut Pemko Sawahlunto akan menjalankan tiga strategi utama untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, yakni optimalisasi pendapatan asli daerah, belanja yang lebih tepat sasaran, serta memperluas kolaborasi pendanaan dengan pemerintah pusat dan sektor swasta.

Ia menilai keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk menunda program yang paling dibutuhkan masyarakat, melainkan momentum untuk memperkuat ketepatan sasaran pembangunan dan kualitas perencanaan.

Melalui Musrenbang dan FKP RKPD tersebut, Wali Kota Riyanda berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan persepsi agar arah pembangunan Sawahlunto tetap realistis, terukur, dan berpihak pada kebutuhan publik.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026