
Monaco Satu-Satunya Ancaman Bagi PSG

Paris, (Antara/AFP) - Paris Saint Germain memulai apa yang akan mereka harapkan sebagai era dominasi di sepak bola Prancis pada 2013, tahun yang juga ditandai kembalinya AS Monaco sebagai satu kekuatan utama dan keberhasilan dramatis tim nasionalnya untuk lolos ke Piala Dunia. 19 tahun setelah terakhir kali mereka dimahkotai gelar juara, PSG memenangi gelar ketiga mereka dan trofi pertama mereka sejak para pemilik asal Qatar mengambil alih klub yang bermarkas di Parc des Princes itu pada 2011 di bawah asuhan pelatih Italia Carlo Ancelotti. Kekuatan klub ibukota itu membuat tim-tim lain di liga itu merasa takut, yang dilambangkan oleh pemain terbaik 2013 Zlatan Ibrahimovic. Gol-golnya membantu tim itu mencapai perempat final Liga Champions, di mana mereka dikalahkan Barcelona melalui peraturan gol tandang, dan dampak yang ia berikan begitu besar di mana sekarang kata "untuk Zlatan" telah menjadi salah satu kosa kata dalam bahasa pergaulan di Prancis. Cita rasa glamor ditambahkan pada paruh kedua musim lalu dengan hadirnya David Beckham sebagai "figuran" di Parc des Princes, pemain veteran Inggris itu menutup karir gemilangnya dengan raihan medali juara Liga Prancis. Dengan sentuhan berkelas, Beckham berjanji untuk menyumbangkan gajinya pada rumah sakit anak-anak setempat, namun kesuksesan PSG memerlukan biaya besar sebab para pemilik Qatar Sports Investments, mengeluarkan banyak uang untuk membangun tim yang kompetitif. Harian olahraga L'Equipe berkata, "Tidak pernah gelar Liga Prancis didapatkan dengan biaya sebesar itu yang dikeluarkan oleh pemilik klub." Dan kekacauan segera mengikuti. Ancelotti pergi untuk melatih Real Madrid, sedangkan direktur olahraga juga hengkang setelah diskor dari semua fungsi ofisial selama 14 bulan karena mendorong wasit. Ancelotti digantikan mantan pelatih timnas Prancis Laurent Blanc, yang sempat diyakini hanya akan menjadi pelatih sementara ketika ditunjuk namun terbukti sukses mengembangkan tim. Hanya sedikit orang yang berani bertaruh mereka akan memenangi gelar kedua secara beruntun, dan melakukan lompatan besar di Liga Champions pada tahun baru. Pada 2013 sejumlah klub tua menikmati kesuksesan, di mana Bordeaux memenangi Piala Prancis, dan Saint-Etienne mengakhiri puasa trofi mereka yang sudah berlangsung 32 tahun ketika mereka mengangkat Piala Liga. Namun Monaco sekarang terlihat sebagai satu-satunya tim yang berpeluang untuk mengancam dominasi PSG. Setelah promosi kembali ke Ligue 1 setelah absen dua tahun, pemilik mereka yang merupakan milyarder asal Rusia Dmitry Dybolovlev menyediakan dana segar, termasuk saat mereka mendatangkan Radamel Falcao dari Atletico Madrid dengan banderol 60 juta euro. Transfer itu sempat menjadi rekor pembelian pemain di Liga Prancis sampai PSG mengeluarkan dana 64 juta euro untuk membeli Edinson Cavani dari Napoli, dan pertarungan dua arah untuk supremasi ini berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa Liga Prancis akan menyerupai duopoli Real Madrid dan Barcelona di Liga Spanyol. Rival-rival Monaco berupaya menggugat hak mereka untuk mengambil keuntungan dari peraturan-peraturan pajak yang lebih longgar di kota kerajaan itu, ketimpangan itu bahkan semakin terasa ketika pemerintah Prancis memperkenalkan tarif pajak sebesar 75 persen bagi pendapatan di atas satu juta euro, yang hampir memicu pemogokan dari klub-klub. Namun, seiring berjalannya waktu, Prancis kini kembali memiliki alasan untuk bangga kepada tim nasional mereka. Pasukan Didier Deschamps banyak menderita pada 2012, namun mereka berhasil bangkit dari kekalahan 0-2 pada pertandingan pertama di Ukraina, pada playoff Piala Dunia melalui penampilan heroik pda November. Les Bleus menang 3-0 pada pertandingan kedua di Stade de France untuk mengundi. Sekarang terdapat harapan bahwa tim yang diperkuat kandidat Ballon d'Or Franck Ribery mampu tampil impresif di Brazil saat mereka membangun tim menuju Piala Eropa 2016, di mana mereka akan bertindak sebagai tuan rumah. Dengan demikian, sejumlah bintang muda yang membantu Prancis menjuarai Piala Dunia U-20 tahun ini di Turki, termasuk Paul Pogba, Lucas Digne, dan Florian Thauvin, semestinya dapat menjadi pemain kunci untuk timnas senior. Tidak heran presiden Federasi Sepak Bola Prancis Noel Le Graet merasa perlu menyebut akhir 2013 sebagai "awal baru" bagi olahraga tersebut di Prancis. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
