Logo Header Antaranews Sumbar

Kecelakaan beruntun di Cipularang diduga akibat kontainer rem blong

Jumat, 6 Maret 2026 09:45 WIB
Image Print
Sejumlah kendaraan roda empat ringsek setelah terlibat kecelakaan beruntun di KM 93 Tol Cipularang arah Jakarta, Jawa Barat, Kamis (5/3/2026). ANTARA/HO-Jasa Marga/aa.

Purwakarta (ANTARA) - Kecelakaan beruntun yang melibatkan sepuluh kendaraan di KM 93 jalan Tol Cipularang, pada Kamis malam, diduga akibat sebuah kendaraan truk kontainer mengalami masalah dalam sistem pengereman.

Sesuai keterangan Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono di Purwakarta, Kamis, menyampaikan kecelakaan bermula saat sebuah truk kontainer nopol B 9367 UEL melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu.

Saat kendaraan itu tiba di lokasi kejadian, arus lalu lintas di depan dilaporkan sedang padat menyusul adanya sebuah kendaraan dump truck yang mengalami gangguan di bahu jalan.

Truk kontainer tersebut diduga mengalami masalah pengereman atau rem blong, sehingga pengemudi berinisial MY tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.

Truk kontainer itu kemudian menghantam mobil pikap bernopol B 9718 VAF yang berada di depannya, memicu tabrakan berantai yang melibatkan delapan kendaraan lain.

Sepuluh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun itu, di antaranya truk kontainer dengan nopol B 9367 UEL, mobil Pikap bernopol B 9718 VAF, mobil truk nopol BL 8752 NP, Toyota Rush nopol F 1308 AZ, Daihatsu Sigra nopol T 1394 BJ, dan mobil tronton boks nopol D 9481 AF.

Selain itu, Toyota Hiace dengan nopol E 7666 AA, Toyota Raize nopol T 1518 HO, serta Mazda Biante dan Toyota Agya.

Dua orang yang merupakan sopir dan kondektur mobil pikap dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kejadian itu.

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna menyampaikan kecelakaan beruntun terjadi pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 20.18 WIB.

Berdasarkan keterangan sementara dari petugas di lapangan, kecelakaan tersebut, selain mengakibatkan dua orang meninggal dunia, juga mengakibatkan empat orang lainnya mengalami luka berat.

"Seluruh korban yang telah dievakuasi, dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut," kata Agni.

Kecelakaan yang melibatkan sepuluh kendaraan itu mengakibatkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi.

Petugas dari Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola Ruas Tol Cipularang telah berada di lokasi bersama dengan Patroli Jalan Raya, rescue, derek, ambulans, serta Mobile Customer Service (MCS).

Pada pukul 20.59 WIB, satu lajur dapat dilintasi dan pada pukul 21.43 WIB, dua lajur dapat dilintasi kembali oleh pengguna jalan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kecelakaan beruntun di Cipularang diduga akibat kontainer rem blong



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026