Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Padang Pariaman apresiasi warga bersihkan rumah ibadah terdampak banjir secara swadaya

Rabu, 25 Februari 2026 14:17 WIB
Image Print
Bupati Padang Pariaman, Sumbar, John Kenedy Azis sambutan pada Safari Ramadhan Surau Gadang Maransi pada Selasa malam. ANTARA/Aadiaat M. S. 

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat mengapresiasi warganya yang membersihkan rumah ibadah khususnya masjid dan musala yang terdampak banjir akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025 secara swadaya sehingga dapat digunakan untuk Shalat Tarawih pada Ramadhan tahun ini.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah bahu membahu menghadapi bencana beberapa waktu lalu. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Rabu.

Ia mengatakan karena kekompakan tersebut rumah ibadah yang terdampak banjir di Padang Pariaman telah dapat difungsikan kembali sehingga umat Islam dapat melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah pada malam hari.

Ia menyebutkan salah satu rumah ibadah yang dibersihkan secara gotong royong oleh warga setempat yaitu di Surau Gadang Maransi, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis.

"Berdasarkan informasi yang saya peroleh, air dalam surau (musala) mencapai lutut orang dewasa (sekitar 40 sampai 50-an centimeter)," katanya.

Dengan masuknya air banjir mencapai ketinggian tersebut maka tentu material banjir berupa lumpur mengendap di lantai sehingga harus dibersihkan.

Namun ia juga menyampaikan terkait adanya rumah ibadah yang rusak berat karena bencana beberapa waktu lalu sehingga pada Ramadhan tahun ini tidak dapat dilaksanakan tarawih berjamaah di sana.

John menyampaikan akibat bencana yang terjadi akhir 2025 bahkan hingga awal Januari 2026 tersebut rumah warga, infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas kesehatan bahkan rumah ibadah dan lahan pertanian rusak sehingga nilai kerugian daerah itu lebih dari Rp5 triliun.

Ia menyebutkan akibat bencana tersebut tercatat 9 orang meninggal dunia, 5.622 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di 33 titik pengungsian, serta terjadi 52 titik longsor dan 77 titik banjir di berbagai wilayah.

Armada mobil kebakaran setempat juga dikerahkan untuk membantu membersihkan material banjir di sejumlah rumah ibadah di daerah itu.

Diketahui Pemkab Padang Pariaman melaksanakan Safari Ramadhan dengan mengunjungi 30 masjid dan musala pada 24 sampai 26 Februari 2026 guna menjalin komunikasi dengan warga sekaligus memantau aktivitas ibadah masyarakat khususnya di lokasi yang sempat terdampak bencana.

"Ada 10 tim dalam Safari Ramadan, masing-masing tim mengunjungi 3 masjid dan musala dalam tiga hari berturut-turut," ujarnya.


Ia mengatakan Safari Ramadhan bukan hanya agenda rutin tahunan Pemkab Padang Pariaman tetapi menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus melihat kondisi dan mendengarkan langsung aspirasi warga.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026