Logo Header Antaranews Sumbar

Padang Pariaman minta pemerintah pusat percepat pemulihan infrastruktur DTW rusak dampak bencana

Jumat, 27 Februari 2026 12:18 WIB
Image Print
Bupati Padang Pariaman, Sumbar (dua kanan) bersama Kepala Disparpora Padang Pariaman Anton Wira Tanjung (kanan) menyampaikan terkait kondisi objek wisata di daerah itu yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 kepada Kementerian Pariwisata RI. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman 

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat meminta pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di Destinasi Tujuan Wisata (DTW) yang rusak terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025 karena menyangkut pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.

"Kerusakan infrastruktur penunjang pariwisata dinilai perlu segera mendapatkan perhatian melalui dukungan program pemerintah pusat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terarah," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Jumat.

Ia mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Padang Pariaman sehingga pemulihan destinasi wisata pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik tetapi juga menyangkut pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.

Oleh karena itu, lanjutnya Pemkab Padang Pariaman sedang mengupayakan bantuan pemerintah pusat untuk mempercepat rehabilitasi dan penguatan infrastruktur destinasi wisata yang terdampak.

"Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong kembali aktivitas pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing destinasi daerah," katanya.

Diketahui Bupati Padang Pariaman beserta Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Padang Pariaman pada Kamis (26/2) mengunjungi Kementerian Pariwisata RI untuk memaparkan Rincian Output (RO) Bantuan Pemerintah (Banper) DTW.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam memastikan program bantuan pemerintah dapat direalisasikan secara tepat sasaran sehingga memberikan dampak langsung bagi pemulihan sektor pariwisata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah terdampak bencana.

Kepala Disparpora Padang Pariaman Anton Wira Tanjung menyebutkan setidaknya 12 dari 21 objek wisata yang aktif di Padang Pariaman mengalami kerusakan bidang infrastruktur. Untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan, lanjutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman melaksanakan aksi bersih-bersih di empat objek wisata.

"Namun untuk perbaikan kami belum bisa karena saat bencana terjadi penyusunan anggaran 2026 telah selesai," katanya.

Selain itu, Padang Pariaman mengalami keterbatasan anggaran sehingga kesulitan untuk memperbaiki banyaknya infrastruktur di DTW yang rusak sehingga memerlukan bantuan dari pemerintah pusat. Meskipun saat ini kondisi infrastruktur di DTW banyak yang rusak namun kunjungan wisatawan sudah mulai meningkat seiring dengan cuaca yang membaik.

Sebelumnya, objek wisata di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mulai dikunjungi wisatawan pasca terdampak bencana hidrometrologi yang terjadi pada akhir 2025 meskipun infrastruktur pendukung di lokasi dan menuju destinasi wisata di daerah itu masih mengalami kerusakan.

"Objek wisata sudah beroperasi kembali, bahkan telah banyak wisatawan berkunjung diantaranya di Pemandian Rumah Putiah dan Lubuk Bonta (Kecamatan 2x11 Kayu Tanam)," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung di Parik Malintang.

Ia mengatakan objek wisata minat khusus di Padang Pariaman yaitu LA Rafting dan Lubuk Nyarai juga telah mulai dikunjungi wisatawan meskipun jumlahnya masih sedikit karena jembatan khususnya ke Lubuk Nyarai masih putus sehingga wisatawan menggunakan jalan alternatif yaitu jalan lingkar Stadion Utama Sumbar.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026