
RI produsen sawit dunia, makanya minyak goreng tak boleh langka-mahal

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan minyak goreng tidak boleh langka dan mahal di dalam negeri, mengingat Indonesia merupakan produsen utama kelapa sawit dunia dengan pasokan bahan baku melimpah.
"Kita mengekspor minyak ke seluruh dunia. Kenapa (MinyaKita) naik? Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadhan itu harus ditindak," kata Mentan dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.
Penegasan Mentan tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran. Dalam sidak tersebut, ditemukan minyak goreng rakyat merek MinyaKita masih dijual di atas HET.
Produk yang seharusnya Rp15.700 per liter dijual hingga Rp19.000 per liter. Temuan itu langsung ditindaklanjuti Mentan dengan meminta aparat menelusuri hingga ke tingkat distributor dan produsen.
"Ini minyak goreng tertulis Rp15.700 per liter. Tapi dijual tadi Rp19.000 per liter. Ini kami minta Pak Dirkrimsus (Polda Metro Jaya), aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan penjual, pengecernya, enggak boleh. Ini akan ditelusuri (distributornya)," tegasnya.
Sebagai bagian dari proses penelusuran, Mentan bahkan membeli dua kemasan MinyaKita untuk dijadikan barang bukti.
"Aku beli tadi sengaja dua supaya ini jadi barang bukti, ditelusuri sampai ke distributor besar dan perusahaan, jangan dilepas, diumumkan kalau sudah diproses," tegasnya.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
