Logo Header Antaranews Sumbar

RI produsen sawit dunia, makanya minyak goreng tak boleh langka-mahal

Sabtu, 21 Februari 2026 23:08 WIB
Image Print
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (20/2/2026). ANTARA/Harianto

Ia menjelaskan secara global mekanisme supply and demand untuk komoditas sawit dan crude palm oil (CPO) berjalan normal. Namun, anomali harga di dalam negeri tidak dapat dibenarkan, mengingat posisi strategis Indonesia sebagai raksasa sawit dunia.

"Tapi di Indonesia muncul anomali. Kita produsen terbesar dunia, kontribusi 58 persen produksi global dan 56 persen ekspor dunia, bahan bakunya melimpah, tapi harga minyak goreng naik. Ini yang harus kita luruskan,” tegasnya di hadapan para pedagang dan aparat penegak hukum.

Dengan dominasi tersebut, ia menekankan tidak ada alasan minyak goreng menjadi mahal di dalam negeri. Menurutnya, kekuatan produksi sawit nasional harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat di dalam negeri.

Dia menegaskan pula pemerintah tidak berniat mengganggu pelaku usaha. Namun, seluruh sektor pangan wajib mematuhi regulasi, terutama di bulan Ramadhan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Nilai ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 24,42 miliar dolar Amerika Serikat (AS), meningkat 21,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar yang tercatat 20,05 miliar dolar AS.

"Angka ini menegaskan kekuatan sawit Indonesia sebagai tulang punggung pasar global," beber Amran.

Melalui pengawasan distribusi yang ketat, operasi pasar berkelanjutan, serta penegakan hukum yang tegas, tambah Amran, stabilitas harga dan ketersediaan pangan dipastikan tetap terjaga demi melindungi masyarakat.

 

 


 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI produsen sawit dunia, minyak goreng tak boleh langka-mahal


Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026