
Kepolisian Harapkan Pemda Teliti Berikan Izin Bangunan

Padang, (Antara) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengharapkan pemerintah daerah (Pemda) lebih teliti dalam memberikan izin bangunan terutama untuk pusat pembelanjaan agar tidak menyebabkan masalah baru di bidang lalu lintas.Sebab selama ini masalah yang sering muncul seperti kemacetan dan lainnya karena izin mendirikan bangunan yang diberikan kurang tepat, kata Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat Brigjen Pol Nur Ali di Padang, Kamis.Ia menyebutkan, sering menyaksikan bangunan berdiri di tempat yang kurang tepat secara lalu lintas yang tentunya terjadi karena kurang telitinya pendirian bangunan tersebut.Ada yang menyebabkan macet karena posisinya berada di jalan utama kota, atau dikarenakan lahan parkir yang tidak mencukupi, sehingga pengunjung parkir kendaraan di jalan," katanya.Dampak semua itu, lanjutnya, akan menciptakan ketidakpatuhan, dan menganggap sepele peraturan dan hukum."Karena macet di kawasan pusat perbelanjaan maka dipasang rambu-rambu, namun rambu-rambu tersebut tidak diindahkan," paparnya.Belum lagi, lanjutnya, angkutan umum yang saling berlomba ngetem untuk mendapatkan sewa."Mereka hanya tertib jika ada aparat kepolisian, dan aparat kepolisian tidak mungkin selalu berada di situ, karena masih ada tugas lainnya," paparnya.Untuk itu, lanjut Nur Ali, pemerintah diharapkan benar-benar mematangkan perhitungan dalam memberikan izin pembangunan.Hal senada juga disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kota Padang AKBP Wisnu Andayana.Dimana dampak dari pembangunan tersebut terjadi kemacetan di wilayah hukum Kota Padang yang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat.Ia meminta agar pemerintah dan instansi terkait untuk memikirkan jalan keluar dari permasalahan tersebut.Terlebih tudingan sering dilontarkan oleh masyarakat terhadap polisi, saat terjadinya kemacetan yang disebabkan pendirian bangunan yang kurang memperhatikan tata lalu lintas."Pemerintah daerah harus mencari solusi jangan sampai yang disalahkan di sini hanya aparat kepolisian saja," katanya. (cpw)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
