Pemkab Agam butuh 63 alat berat bersihkan material bancana alam

id Agam butuhkan 63 alat berat

Pemkab Agam butuh 63 alat berat bersihkan material bancana alam

Satu unit alat berat sedang membersihkan material tanah longsor menimbun badan jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu. ANTARA/Yusrizal.

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membutuhkan 63 alat berat jenis ekskavator untuk membersihkan material banjir bandang, tanah longsor dan normalisasi sungai dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam Ofrizon di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan 63 unit ekskavator dibutuhkan untuk Kecamatan Palembayan 16 unit, Palupuh dua unit, Malalak 17 unit dan Tanjung Raya 28 unit.

"Saat ini alat berat tersedia baru 49 unit di empat kecamatan tersebut," katanya.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Palembayan membutuhkan ekskavator 16 unit, backhoe loader dua unit dan dump truck enam unit. Sementara tersedia hanya ekskavator 14 unit, boldozer satu unit dan dump truck 16 unit.

Sementara Kecamatan Malalak kebutuhan ekskaavator 17 unit, vibro roller satu unit, loader tiga unit dan dump truck 12 unit. Tersedia ekskavator 17 unit, vibro roller satu unit, loader dua unit dan dump truck 12 unit.

Sedangkan Kecamatan Tanjung Raya kebutuhan ekskavator 28 unit, backhoe loader satu unit dan dump truck enam unit. Namun tersedia ekskavator 18 unit, backhoe loader satu unit, loader satu unit dan dump truck empat unit.

"Khusus di Kecamatan Palupuh kebutuhan ekskavator dua unit dan tersedia baru satu unit," katanya.

Ia menambahkan alat berat tersebut dibutuhkan untuk membersihkan material tanah longsor menimbun badan jalan di empat kecamatan tersebut.

Lalu melakukan normalisasi sungai yang terjadi pendangkalan dampak banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Setelah itu membersihkan material yang menimbun rumah warga dan fasilitas lainnya.

"Saat ini alat berat sedang bekerja dalam membersihkan material dan sempat terganggu akibat bahan bakar minyak jenis bio solar tidak bisa dibeli," katanya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.