Logo Header Antaranews Sumbar

Agam butuhkan 70 alat berat-dumtruk bersihkan material banjir bandang

Rabu, 17 Desember 2025 10:02 WIB
Image Print
Alat berat sedang membersihkan material banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Dok ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membutuhkan sebanyak 70 alat berat dan mobil dumtruk untuk membersihkan material banjir bandang, tanah longsor dan normalisasi sungai dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan Agam masih membutuhkan excavator 52 unit, wheel loader empat unit dan mobil dumtruk 24 unit.

"Alat berat dan mobil dumtruk itu untuk tujuh kecamatan yang terdampak banjir bandang, banjir dan tanah longsor," katanya.

Ia mengatakan tujuh kecamatan itu yakni, Kecamatan Palembayan membutuhkan excavator 15 unit, wheel loader dua unit dan mobil dumtruk 10 unit. Kecamatan Palupuh membutuhkan excavator tiga unit dan mobil dumtruk tiga unit.

Untuk Kecamatan Malalak membutuhkan excavator 10 unit untuk dua tipe. Kecamatan Tanjung Raya membutuhkan excavator 10 unit dan mobil dumtruk lima unit.

Setelah itu Kecamatan Ampek Koto membutuhkan excavator dua unit. Kecamatan Matur membutuhkan excavator satu unit dan wheel loader satu unit.

"Alat berat dan dumtruk ini kita butuhkan untuk membersihkan sisa material, membawa material dan normalisasi sungai," katanya.

Ia mengakui saat ini alat berat yang tersedia 45 unit jenis excavator 38 unit, wheel loader empat unit, bulldozer tiga unit dan mobil dumtruk 15 unit.

Alat berat dan mobil dumtruk tersebut tersebar di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak dan Palupuh.

Untuk itu, pihaknya berharap bantuan alat berat, dumtruk dari perusahaan, perorangan dan lainnya agar pembersihan material dan normalisasi sungai bisa selesai dalam waktu dekat.

"Kita sangat membutuhkan alat berat, sehingga material banjir bandang, akses lalulintas terbuka sehingga tidak ada lagi daerah terisolir," katanya.

Ia menambahkan jalan terisolir atau terbatas berada di Banio Balirik Nagari Pagadih dan Anak Aia Kijang Nagari Nan Tujuah Kecamatan Palupuh.

Setelah itu Sinir Air Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak. Lambeh Kecamatan Palembayan dan Pambatuangan Kecamatan Matur.

"Kondisi jalan terban, jembatan rusak dan lainnya," katanya.

Bencana alam itu, mengakibatkan 192 orang meninggal dunia, korban belum ditemukan 72 orang dan korban dirawat delapan orang.

Rumah rusak ringan 472 unit, rusak sedang 290 unit, rusak berat 838 unit, fasilitas pendidikan yang rusak 114 unit, tempat ibadah yang rusak 11 unit.

Untuk jembatan yang rusak 49 titik, jalan yang rusak 69 titik, lahan pertanian yang rusak 1.948,23 hektare dan lainnya.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026