Padang (ANTARA) - Dinas Pariwisata Sumatera Barat bergerak cepat meninjau destinasi wisata pada sejumlah daerah untuk memastikan kondisi ril di lapangan pascabencana banjir dan tanah longsor.
"Tidak semua destinasi wisata di Sumatera Barat yang terdampak oleh bencana. Banyak destinasi yang baik-baik saja di Ranah Minang dan bisa dikunjungi pada momentum Natal dan Tahun Baru 2026," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar di Padang Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan itu usai meninjau kondisi destinasi wisata Nyarai yang menjadi salah satu spot wisata unggulan di Padang Pariaman.
Menurut Lila, laporan dari dinas pariwisata kabupaten dan kota sebenarnya sudah masuk. Namun, Dinas Pariwisata Sumbar tetap memastikan kondisi ril di lapangan.
"Ada destinasi yang sebenarnya tidak terdampak, namun ternyata akses menuju ke destinasi terputus. Kalau tidak diinformasikan dengan baik, nanti wisatawan bisa kecewa saat berkunjung," katanya.
Ia mengatakan pada hari pertama, Dinas Pariwisata Sumbar meninjau sejumlah destinasi di Kabupaten Padang Pariaman, salah satu daerah yang terparah ditimpa bencana.
Di destinasi wisata Nyarai, Dispar Sumbar menemukan kondisi tempat wisata masih dalam kondisi baik, tidak banyak terdampak. Namun, akses jalan terputus karena banjir. Kemungkinan pemulihan akan memakan waktu hingga Januari 2026. Karena itu kemungkinan tidak bisa dibuka pada momentum Natal dan Tahun Baru 2026.
"Kedepan kita akan coba kunjungi kabupaten/kota terdampak lainnya untuk memastikan kondisi di lapangan. Setelah itu kita akan petakan wisata aman yang bisa dikunjungi wisatawan pada akhir tahun," katanya.
Lila mengatakan pariwisata merupakan salah satu keunggulan Sumbar. Karena itu, untuk pemulihan ekonomi pascabencana, pariwisata akan menjadi sektor pendorong yang sangat penting.*
